Sex & Relationship
Kebutuhan Teman Tidur

30 Sep 2014


Menurut psikolog seksual Zoya Amirin, sebagai makhluk sosial tiap manusia memiliki zona-zona psikologis, yaitu tempat seseorang mengizinkan orang lain berada dekat dengan mereka dalam batasan-batasan tertentu. Hal ini muncul dari kebutuhan manusia untuk bersosialisasi dengan orang lain, agar mereka dapat menjalani kehidupan secara manusiawi. “Cara seseorang memberikan batasan itu tergantung pada seberapa rela ia menjadi rapuh (vulnerable) dan telanjang (naked) secara psikologis di hadapan orang lain,” jelas Zoya.
    Ketika manusia berhubungan dengan manusia lainnya, akan timbul suatu keterikatan emosional yang pada dasarnya menyenangkan. Hal ini sejalan dengan salah satu dari lima aspek dalam teori hierarki kebutuhan Abraham Maslow, yaitu kebutuhan akan kasih sayang dan rasa memiliki (love needs and belongingness). Jadi, ketika seseorang mencintai dan dicintai, ada hal-hal yang dilakukannya untuk memenuhi kebutuhan ini, dan seks adalah salah satunya 
Di sisi lain, berdampingan secara fisik tidak selalu menjamin adanya kedekatan emosional. Ada kalanya seseorang hanya mau berdekatan secara fisik, namun merasa tidak nyaman secara emosional dengan pasangannya. Akhirnya, ia enggan untuk berbagi zona psikologisnya yang paling intim. Menurut Zoya, tak sedikit pria yang masih ingin memiliki zona pribadinya sendiri, bahkan ketika ia berada di ranjang bersama pasangannya.
Karena tak terbiasa menghadapi perasaannya sendiri, mereka tumbuh dengan hasrat seksual tinggi, namun minim mengekspresikan rasa kasih sayang. Ketika mengalami stres, mereka tidak terbiasa untuk mengungkapkan perasaannya seperti halnya wanita. Seks pun menjadi jalan yang paling mudah untuk mengungkapkan rasa cinta atau kasih sayang.
    Padahal, tidur bersama adalah kesempatan pasangan belajar merelakan zona pribadi untuk dinikmati bersama orang lain. Ketika hal ini mampu dilakukan secara timbal balik, akan ada ketenangan yang timbul dari alam bawah sadar, yang dapat dirasakan oleh keduanya ketika tidur. Adanya rasa nyaman ketika berada dekat dengan pasangannya adalah tanda keintiman berkualitas, bukan semata berhubungan seks tanpa koneksi emosi. Menjalani hubungan seperti ini mampu membuat Anda merasa dicintai. (PUJI MAHARANI)


 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?