Trending Topic
Kaya Fasilitas di Co-Working Space

5 Aug 2015


Anda yang bosan terus-menerus bekerja di ruangan yang sama, bertemu dengan orang yang sama, dengan pemandangan yang itu-itu saja, sudah pasti suka dengan ide co-working space. Sebab, rata-rata co-working space menawarkan suasana kerja yang unik dan tidak konvensional.

Di Hubud misalnya, Anda bisa brainstorming bersama tim di taman dengan beanbag warna-warni, menggarap konsep marketing dengan pemandangan hamparan padi sambil minum green smoothie, atau mengerjakan proyek-proyek lain di ruangan berinterior bambu. Sementara itu, Comma, Conclave, dan Co&Co menawarkan suasana kerja dengan atmosfer modern dengan sentuhan interior industrial. Masing-masing menawarkan keunggulan servis yang berbeda.  

Di Regus, biaya yang dibayarkan tidak hanya untuk perolehan ruangan per meter persegi, tapi juga meliputi fasilitas AC, ventilasi, air, pemanas, jasa kebersihan, keamanan, toilet, dapur, sampai layanan resepsionis dan penerimaan/pengiriman surat. “Kami telah mengambil alih penyediaan dan pengelolaan dari hal-hal detail ini, sehingga perusahaan bisa lebih fokus dengan kegiatan bisnis mereka,” ungkap Charles Rossi, Presiden Direktur Regus Indonesia.

Dengan sendirinya, bekerja dengan konsep co-working juga membantu Anda untuk lebih fleksibel dalam hal pembiayaan. Artinya, Anda tidak perlu membayar biaya tetap untuk pengadaan fasilitas kantor yang menurut Charles menjadi pengeluaran terbesar kedua dalam sebuah bisnis. Selain itu, Anda juga tidak perlu direpotkan oleh peliknya birokrasi perizinan yang harus diurus jika ingin memiliki bangunan kantor sendiri. Tidak heran jika co-working space ini menjadi pilihan favorit bagi perusahaan berskala kecil dan modal terbatas.

Bahkan, ada beberapa co-working yang ikut membantu di aspek legalitas dan keuangan. Comma, yang mengklaim diri sebagai co-working yang pertama di Jakarta termasuk salah satu yang menyediakan bantuan ini. Mereka memiliki mitra pendampingan hukum, pengurusan perizinan, pendaftaran PT, dan banyak lagi. Untuk urusan finansial, ia bermitra dengan beberapa jasa keuangan yang akan membantu melakukan pembukuan, perhitungan pajak, dan banyak lagi.

Bicara masalah biaya, jasa co-working space di tanah air memang masih terbilang mahal. Rata-rata mematok biaya berkisar antara Rp50.000/jam untuk penggunaan harian, atau antara Rp600.000/bulan atau lebih, tergantung tambahan servis yang bisa disesuaikan kebutuhan. Selain disebabkan jumlah operator yang masih terbatas, fasilitas yang disediakan juga terhitung premium. Hal ini menurut Yohan memberikan kendala tersendiri bagi para pekerja mandiri.

Berpijak pada idealismenya untuk membangun ruang berkarya dan berkolaborasi bersama, Yohan tidak mensejajarkan Hackerspace dengan operator co-working space komersial. “Kami lebih bersifat komunitas dimana operasional dibiayai secara patungan oleh orang-orang di Hackerspace. Tapi kita tetap mengundang orang untuk ikut kerja di Hackerspace tanpa biaya,” jelasnya.



 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?