Beberapa hari belakangan, media ramai memberitakan Rangga yang bunuh diri di kamarnya. Masih belum diketahui jelas motif remaja berusia 16 tahun melakukan perbuatan nekat tersebut. Ada yang mengatakan karena pengaruh komik, hingga kurangnya kasih sayang orang tua. Kasus bunuh diri remaja ini juga bukan pertama kalinya terjadi di Indonesia.
Tentu masih ingat dalam ingatan kita, seorang anak tukang bubur yang nekat bunuh diri karena kerap diledek teman-temannya. Atau kisah seorang remaja berusia 18 tahun yang memutuskan untuk mengakhiri hidupnya karena tidak diberi uang untuk membeli lensa kontak dan juga korban lain yang memilih bunuh diri karena putus cinta. Apa pun yang menjadi alasannya, kejadian ini merupakan sinyal kepada orang tua untuk lebih memperhatikan perilaku anak-anak yang sudah beranjak remaja.
Kalau Anda sendiri, apa yang Anda lakukan agar anak remaja Anda mau curhat dan berbagi cerita dengan Anda?
Share pendapat Anda di kolom komentar, ya!


