Wilayah ini juga terkenal dengan kelezatan jajanannya, terutama di kawasan pecinan, Glogok, yang di negara mana pun selalu menyimpan segudang pilihan tempat makan. Kalau Anda tak berpantang makanan nonhalal, pastikan untuk memuaskan hasrat makan di Glodok. Pilihan jajanannya tak pasaran. Es selendang mayang, opah bakar, rujak shanghai adalah beberapa pilihan jajanan halal yang patut dicoba. Di negara mana pun, kawasan pecinan selalu menyimpan segudang makanan enak, kan?
Berpindah ke area Kemanggisan, ada satu tempat makan yang juga kesohor sejak lama. Kali ini makanannya aman dinikmati siapa saja, alias halal. Namanya Mie Ayam Pendi, terletak persis di pertigaan depan Toko Kemanggisan. Walau hanya berupa gerobak dan tenda, tempat ini ramai oleh para pembeli. Bisa pilih mi ayam atau yamin, dengan atau tanpa bakso. Cicipi dulu kuahnya, benar-benar rasa kaldu dari tulang sapi yang direbus selama berjam-jam. Bentuk minya yang langsing dan kenyal terasa pas dengan bumbu ayam yang dimasak manis dengan kecap. Sensasi kenyal juga terasa saat menggigit potongan bakso urat yang teksturnya kasar berkat campuran potongan urat sapi.
Beranjak menuju ke kawasan Grogol, ada satu warung yang terkenal di kalangan mahasiswa Universitas Tarumanegara dan Trisakti, Soto Suko Marem “82”. Tak hanya kuah santan, kuah bening juga ada. Isinya juga bebas sesuai pilihan: ayam, daging, babat, kikil, atau campur. Kuah santannya yang gurih lebih sedap jika ditambah sedikit kecap. Murah, enak, dan mengenyangkan tampaknya jadi alasan yang membuat tempat ini tak pernah sepi pengunjung, yang ternyata tak hanya berisi anak mahasiswa.
Keunikan yang dimiliki Warung Indomie Abang Adek membuat warung ini selalu dipenuhi pengunjung yang rela antre. Menu Indomie Pedas Mampus menjadi daya tarik. Konon, ada 150 potongan cabai rawit dalam seporsi menu dari mi instan ini. Para pengunjung biasa uji nyali, saling adu ketahanan melahap dahsyatnya mi ini. Pilihan Pedas Sedang memakai hanya 5 cabai, Pedas Garuk berisi 50 cabai. Berani coba?(f)


