Trending Topic
Jadi Lebih Konsumtif?

6 Nov 2015


Siapa konsumen utama toko-toko online? Data penjualan 5,3 juta barang di Tokopedia.com pada kuartal pertama 2014 menunjukkan bahwa wanitalah yang paling banyak melakukan pembelian online dengan persentase sebesar 66,3%. Tak hanya bertindak sebagai pembeli, toko-toko rekanan yang bergabung dengan Tokopedia juga didominasi oleh para wanita dengan jumlah mencapai 55,8%. 

Lebih jauh, hasil polling secara online femina terhadap 100 responden berusia 25-35 tahun tentang belanja online beberapa waktu lalu memaparkan bahwa mayoritas pembeli online, sebanyak 54%, adalah wanita bekerja yang menikah dan memiliki anak. Kelompok wanita sibuk inilah yang sebetulnya jadi target utama bisnis online.

Teknologi terbukti sangat memengaruhi perilaku konsumen. Teknologi saat ini berhasil menghadirkan pasar di mana saja dan kapan saja. “Tengah malam ingat mau beli tas impian, tak perlu lagi menunggu ‘toko buka’. Dan, bahkan kita terus-menerus terpapar barang yang tidak kita butuhkan, tetapi masuk dalam notifikasi e-mail atau berseliweran di laman media sosial kita produk-produk yang sedang didiskon,” papar Cyltamia Irawan, praktisi bidang customer service.

Gencarnya serangan toko-toko virtual ini tentu saja bisa melemahkan ‘iman’. Raisa Nuriezka (24), seorang staf customer service mengaku sering terpengaruh belanja online terutama saat ada penawaran diskon gede-gedean. “Saya sampai bisa 4 kali belanja online dalam sebulan saat ada periode promo,” akunya. Tak ayal, pengeluarannya untuk belanja jadi membengkak 50% sejak dua tahun lalu ketagihan belanja online. Penawaran yang gencar, banyaknya diskon, hingga kemudahan belanja tinggal input nomor kartu kredit saja, dirasanya jadi penggoda yang masih sulit ia atasi.

Agar tidak terlalu boros, Oci Ambrosia (28), brand manager, punya kiat tersendiri. “Saya, sih, selalu menyimpan barang-barang yang tidak terlalu dibutuhkan di keranjang belanja toko online. Strategi ini selalu saya lakukan, sebab terkadang barang-barang yang sudah dimasukkan di keranjang justru ada diskon sebulan kemudian. Saat itulah saya deal dan melakukan pembayaran,” kisahnya.
 
Meski demikian, perilaku yang mendorong belanja online utamanya ternyata bukan karena diskon. Polling online femina menunjukkan, hanya 16% yang bertransaksi online karena alasan diskon dan 14% karena pilihan barangnya di online lebih beragam. Sedangkan alasan utamanya, 57% menjawab karena alasan lebih praktis dan cepat.

“Dengan tingginya stimulus melihat produk atau penawaran diskon berseliweran, memang mendorong orang yang impulsif rentan menjadi konsumtif. Tapi, tentu masih banyak orang  yang mampu menahan dirinya dan membeli lewat online karena alasan tertentu,   misalnya kepraktisan atau barangnya tak tersedia di toko offline,” kata Cyltamia.

Lalu, toko online seperti apa yang banyak dikunjungi dan laris manis? Mayoritas responden, sebanyak 42%, lebih memilih belanja di market place seperti toserba online Elevania atau Lazada ketimbang toko spesifik yang menjual satu kategori produk. Hal ini sejalan dengan hasil survei Visa Worldwide Indonesia tahun 2013, yang menyebutkan bahwa  mayoritas orang Indonesia berbelanja produk fashion, kosmetik, barang elektronik, tiket pesawat, dan paket tur. (f)

Reynette Fausto



 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?