Mulai tanggal 16-25 Oktober, sebanyak 13 Seniman keramik lokal memamerkan hasil karyanya di Museum Seni Rupa dan Keramik, Kota Tua, Jakarta. Bregas Harrimardoyo, generasi kedua studio keramik Pekunden The Pottery, melalui workshop-nya memperkenalkan teknik sgraffito yaitu teknik menggambar dengan pisau atau jarum ukir di atas lempengan keramik kering. Karyanya sendiri didominasi motif batik yang dipelajari dari sang ibunda.Ayu Larasati turut memamerkan beberapa karyanya. Agak sedikit bereksperimen dengan warna abu-abu dan cokelat. Kekhasannya, ia wujudkan dalam karyanya yang berbentuk geometris dengan sentuhan gradasi warna pantai dan laut.
Adapula karya Goeffrey Tjakra (baca: Chuckra), yang ‘quirky’ dengan mangkuk kecil dengan wajah ekspresif di dasar mangkuk. Ada pula karya berupa vas bunga dengan wajah tersenyum sendu di tengahnya. Dalam workshop-nya, seruling keramik berbentuk burung menjadi objek pembelajaran. Terlihat anak-anak turut menikmati proses membuat instrumen musik tersebut. Seru!
Masih banyak lagi seniman keramik yang menyebarkan ‘virus’ cinta keramik lokal dalam pameran tersebut. Tak lupa ada bazaar keramik dengan harga miring mulai Rp5.000 – Rp200.000 untuk alat saji dapur. Tandai kalender Anda, jangan sampai terlewatkan. (f)
Theofilia Viyoshi


