Melihat alat Hypoxi ini Anda akan teringat kapsul mesin waktu yang futuristis. Didesain oleh dokter olahraga asal Austria, Dr. Norbert Egger, Hypoxi menggabungkan konsep terapi medis dan olahraga untuk pembentukan tubuh yang lebih optimal.
Menggunakan prinsip air pressure, air vacuum, dan bersepeda, Hypoxi menstimulasi aliran darah ke beberapa bagian tubuh menjadi lebih lancar, sehingga pembakaran lemak di bagian tubuh tersebut meningkat. Kabarnya, cukup dengan latihan 30 menit 3 kali seminggu, Anda bisa menyingkirkan 4 kg berat badan.
Ada 4 jenis alat Hypoxi, masing-masing menyasar bagian tubuh yang berbeda-beda, mulai dari perut, perut bawah, pinggang, pinggul, bokong, dan paha. Untuk Anda yang masih berusia muda dan kondisi tubuh cukup bugar, Anda akan dipilihkan alat serupa kapsul berdiri. Alat ini secara khusus menargetkan pembakaran lemak di perut bawah, pinggul, bokong, dan paha.
Sebelum mulai, seperti SOP di gym lainnya, berat badan Anda akan ditimbang. Lingkar perut, dada, pinggang, pinggul, dan paha Anda pun diukur.
“Indikator kesuksesan Hypoxi tidak dilihat dari berat badan saja, tapi juga ukuran tubuh Anda. Karena biasanya ketika berat badan turun, bukan hanya lemak yang hilang, tapi juga cairan tubuh. Jadi, ukuran tubuh lebih bisa memperlihatkan efektivitas suatu latihan,” tutur Ella, Assistant Manager Hypoxi Studio, Jakarta.
Setelah itu, Anda akan dipasangi pakaian untuk bagian bawah dada hingga pinggul yang berfungsi memaksimalkan proses air pressure-nya. Setelah itu, Anda bisa bersepeda dengan santai. Di hadapan Anda, ada monitor untuk memantau kondisi fisik Anda selama bersepeda.
Detak jantung Anda pun akan dimonitor dengan suatu alat yang dipasang ke dada dan terhubung dengan alat Hypoxi. “Ini untuk mengukur tingkat kebugaran seseorang, dan memantau agar latihannya tidak melebihi kemampuannya,” jelas Ella. Jika detak jantung Anda sudah melebihi batas maksimal, 130 kali/menit, segera turunkan kecepatan Anda mengayuh.
Olahraga ini akan terasa menyenangkan dan tidak berat, bahkan bagi orang yang sebelumnya tidak pernah berolahraga sekalipun. Hanya, kayuhan akan terasa berat ketika proses air pressure terjadi selama 15 detik, dengan interval 15 detik. Tapi, itu tidak seberapa berat.
Berbeda dari kelas bersepeda seperti RPM yang menguras energi dan akan membuat kaki Anda lemas usai berlatih, berolahraga dengan Hypoxi tidak akan membuat Anda bercucuran keringat dan kelelahan. Meski begitu, tubuh akan terasa lebih segar.
“Itu karena aliran darahnya lebih lancar,” ujar Ella. Proses pembakaran lemaknya masih terjadi hingga 8 jam setelah latihan. Karena itu, Anda dianjurkan untuk tidak mengonsumsi apa pun kecuali air putih selama dua jam, dan tidak makan makanan berlemak serta karbohidrat selama 8 jam setelah latihan.
“Makanan yang paling baik dikonsumsi, ya, sayur-sayuran, buah-buahan, produk olahan susu rendah lemak, dan protein. Tapi, cara pengolahannya pun harus diperhatikan, jangan digoreng, cukup ditumis saja,” saran Ella.(EKA JANUWATI)



