Budaya rujak konon lahir di Jawa. Istilah atau kata ‘rujak’ paling tua dicatat antropolog hadir dalam khasanah seni Wayang Purwa yang eksis di Tanah Jawa sejak sebelum masa Majapahit. Bima atau Bratasena, seorang dari Pandawa Lima misalnya, dikisahkan para dalang dari masa ke masa memiliki sebuah gada pemukul bernama rujakpolo atau rujakpala, gabungan dari kata ‘rujak’ (hancur/lebur) dan ‘polo/pala’ yang bermakna isi kepala.
Disebut begitu karena senjata pemukul ini ampuh membuat remuk tubuh, menghancurkan isi kepala (polo) musuh yang jadi sasaran. Dari situasi ini lantas lahir istilah ‘dirujak’ dalam bahasa Jawa yang berarti ‘diremuk’ atau dihancurkan. Pengertian ini selaras dengan cara penyajian hidangan rujak, di mana bahan buah-buahan maupun sayur-mayur yang hendak digunakan, terlebih dulu diremuk atau dihancurkan (diiris-iris, dibelah-belah, dipotong-potong ataupun diserut dan ditumbuk) berkeping-keping, untuk kemudian diaduk dengan bumbu semikental atau semiencer. Karenanya, barangkali, hidangan yang penyajiannya seperti hasil kerja gada Bima itu lantas disebut: rujak.
Jauh sebelum populer sebagai hidangan segar penggugah selera, dan dijual umum di banyak tempat, rujak juga sudah merupakan bagian dari tradisi adat orang Jawa, semisal upacara tujuh bulanan. Upacara adat menyangkut siklus hidup manusia ini biasa digelar saat seorang wanita hamil dan kandungannya memasuki usia tujuh bulan.
Berbeda dengan rujak buah biasa, rujak dalam upacara ini menggunakan bahan berupa cincangan daging kelapa muda yang dicampur cincangan ragam buah segar. Diberi bumbu kuah berbasis gula kelapa. Selain rujak, biasanya juga dihidangkan kepolo pendem atau rebusan umbi-umbian dan jajanan tradisional bernama procot. Rujak didinginkan sebelum dibagikan kepada para tamu di akhir upacara.
Ada kepercayaan: bila banyak tamu yang merasakan rujak tersebut sepat dan pedas, maka jabang bayi yang sedang dikandung adalah seorang anak laki-laki. Sedangkan bila rujak itu berasa segar sebagaimana rujak biasa, maka yang dikandung itu adalah anak perempuan.


