Inilah gaya sarapan di Skotlandia, Havana, India, Singapura, dan Jepang:Nasi & Natto atau Roti di Jepang
Seperti Indonesia, Jepang juga negara pengonsumsi nasi. Makanya, menu sarapan rumahan klasik warga negeri ini biasanya adalah nasi berlauk natto, fermentasi kedelai. Natto khas Hokkaido ini tampilannya unik, berserat elastis seperti lem saat disumpit, dan aromanya menyengat. Makanan ini begitu kaya akan vitamin K, zat antibodi, pyrazine, dan isoflavin.
Paket menu sarapan berisi sup miso, nasi, ikan makarel panggang, dan tsukemono (acar), didampingi tahu sutra bersiram kecap asin, juga menjadi menu khas sarapan mereka. Di kota-kota kecil, menu komplet ini masih umum ditemui. Gaya hidup warganya yang lebih ‘santai’ memungkinkan mereka untuk bisa lebih menikmati acara makan pagi.
Lain halnya bagi orang Tokyo atau kota besar lain yang tak kalah sibuk. Pagi hari adalah waktunya dikejar-kejar pekerjaan kantor. Maka, menu sarapan praktis gaya Amerika pun jadi andalan. Sereal dan roti, menggantikan nasi. Mereka juga senang membeli kopi dan roti Eropa dari coffee shop. Doutor jadi pelopor coffee shop modern di Tokyo. Cabangnya ada di mana-mana. Bahkan, tingkat urbanisasi sebuah kawasan bisa ditandai dengan dibangunnya Doutor atau Starbucks Coffee.
Ramai-Ramai ke Kopitiam Singapura
Banyaknya hawker center memberi alternatif sarapan praktis di negara ini. Keberadaan kawasan jajanan yang sudah ditertibkan membuat kebersihannya pun bisa ditoleransi bagi kalangan modern. Lau Pa Sat, sebagai hawker center 24 jam yang terletak di distrik bisnis elite Raffles Place, cukup terkenal. Walau rasa makanannya bukan yang terbaik, harga merakyat di tengah lokasi strategis membuatnya jadi pilihan.
Menu yang dipilih biasanya tergantung tradisi asal. Orang Melayu Malaysia menyantap nasi lemak, roti canai, dan teh tarik. Mereka yang keturunan India makan roti prata dan juga teh tarik. Sedangkan mereka yang peranakan Cina menyantap bubur ikan. Dikarenakan kesibukan, anak muda dan pebisnis baru menikmati menu sarapannya pukul 10 pagi.
Selain mendatangi hawker center, mereka juga membeli sarapan cepat dari kopitiam. Dari yang benar-benar masih skala warung jadul sampai Toast Box dan Ya Kun Kaya Toast, waralaba terpopuler. Orang Singapura menikmati menu wajib ala kopitiam di sini, seperti kopi-o, kaya toast, dan telur rebus setengah matang. Milo Dinosaur adalah minuman berbasis cokelat susu dingin yang beberapa tahun belakangan muncul di banyak kopitiam. Tak jelas siapa yang memulai racikan minuman Milo dingin dengan taburan bubuk cokelat susu produksi Nestle ini. “Makin banyak taburannya, makin disuka,” jelas KF Seetoh, pakar kuliner Singapura.
Coffee Shop Masuk India
Hal menarik saat Anda mengunjungi India beberapa tahun lalu adalah tiadanya Starbucks Coffee! Baru di awal tahun ini, inovator lifestyle ngopi asal Amerika ini optimistis menginjakkan kaki di negara India yang adalah peminum teh. Dimulai dari 2 kota besar, Delhi dan Mumbay. Ekspansinya sejumlah 50 outlet hingga akhir tahun. Kalangan kaya dan perbaikan ekonomi kelas menengahlah yang jadi sumber masuknya gaya nongkrong di coffee shop ini. Menjadi pilihan praktis dan keren untuk menikmati makan pagi bagi beberapa kalangan.
Tradisi sarapan tradisional sendiri, atau nashta, masih dilakukan. Biasanya, antara pukul 8 - 9 pagi. Di India Selatan, sering tersaji idli, berpenampilan mirip kue apem, putih bersih dari beras dan lentil hitam yang direndam semalaman, lalu dihaluskan. Ada juga upma (bubur yang terbuat dari semolina, dimasak dengan bawang bombay, tomat, dan biji mustard) dan dosa (crêpes dari tepung beras dan lentil hitam). Semua ini dicocol dengan chutney kelapa atau bawang bombay, sambar (stew kacang-kacangan dan tamarind).
Punjabi nashta, yakni menu sarapan gaya daerah Punjab (India Utara), terdiri dari sooji halwa (kue dari semolina), puri (roti goreng dari tepung gandum), chana (kari berisi kacang garbanzo), dan lassi (minuman encer dari yoghurt buah). Alternatif minum lainnya adalah chai masala. Karena daerah dingin, sarapan di daerah utara dimulai lebih pagi, sebagai cara menghangatkan badan sedini mungkin.
Sarapan ala Castro di Havana
Di negara yang kulturnya dipengaruhi Spanyol, Prancis, Afrika, Portugis, dan Arab ini, kopi tak pernah terlewatkan. Café con leche, yang sebenarnya merupakan gaya Spanyol dalam meracik kopi, sangat populer di Kuba. Sarat susu, karena rasio kopi dan susu yang berbanding sama. Selain diberi gula, sesaat sebelum diminum, dibubuhi garam. Konon, agar rasanya seimbang. Racikan kopi lain bagi yang terburu-buru adalah café cubano, espresso ala Kuba yang dimaniskan dengan brown sugar.
Roti panggang bermentega bernama tostada, dicelup ke dalam kopi, ‘wajib’ dilakukan. Roti pun bisa didapatkan dari panaderia (toko roti) yang mulai memanggang rotinya setiap pagi. Panaderia biasanya baru mulai menjajakan roti sekitar pukul 9 pagi. Bermodal kursi dan meja di pinggir jalan, orang pun dengan santainya menikmati sarapan mereka. Sambil menikmati pemandangan kota tua Havana, sambil sesekali mengisap cerutu layaknya gaya Fidel Castro menghabiskan pagi.
Breakfast / Brunch di Skotlandia
Walau mirip dengan sarapan sang negara tetangga, Inggris, ada beberapa lauk yang membuatnya begitu khas sebagai Scottish Breakfast. Misalnya haggis pudding, terbuat dari jeroan domba (hati, jantung, paru), bawang bombay, dan havermut. Direbus perlahan selama 3 jam. Waktu masak yang lama ini membuat popularitasnya menurun, terutama di rumah tangga modern. Haggis kini lebih tersaji sebagai sarapan di perayaan Burns Supper, yakni tiap 25 Januari, untuk mengenang hari lahir penyair Robert Burns yang menuliskan puisi Address to a Haggis.
Tattie scone bisa menemani haggis atau lorne sausage (meatloaf daging babi campur daging sapi). Walau bernama scone, beda tampilan dan bahan layaknya scone di Inggris. Terbuat dari terigu dan pure kentang, yang didadar tipis di loyang datar. Black pudding juga ada, yakni sosis babi diameter 10 cm, hitam dari darah babi.
Gaya sarapan tradisional uniknya tak menghilang. Kafe keren di Edinburgh, seperti Spoon Café Bistro dan Toast, senantiasa menyajikan black pudding. Warga akan datang menikmatinya menjelang jam brunch, yakni pada pukul 10 pagi. (f)
Gaya sarapan di Amerika, Prancis, Italia, Inggris, dan Australia, baca di sini.


