Trending Topic
Formula Pas Busana Islami

29 Jul 2015

Di tengah maraknya perkembangan busana islami di Indonesia, Sonny Muchlison, fashion consultant dan dosen IKJ mengingkapkan,  belum ditemukan ‘formula’ fashion yang pas bagi busana islami di Indonesia, yang khas Indonesia. “Saya harus berani katakan, ini terjadi sejak tahun 1993 ketika mulai muncul desainer-desainer baju muslim, namun tidak membangun fondasi yang kokoh untuk desain baju islami yang selaras dengan fashion,” ujarnya.
   
Yang dimaksud Sonny adalah, dalam fashion ada pakem wajib: less is more. “Yang artinya bagaimana kita menyampaikan pesan melalui tubuh kita –tanpa bicara- dengan cara seminimal mungkin tetapi menghasilkan impact yang maksimal,” ujarnya. Persoalannya, menurut Sonny, dalam busana muslim yang tengah berkembang pesat ini, pakem itu tidak terpakai. “Saat ini justru yang dipakai adalah the more, the merrier,” ujarnya.
   
Aju Isni Karim dari Up2date, brand yang mengusung busana islami dengan desain yang clean, melihat fenomena the more, the merrier ini dipengaruhi oleh budaya masyarakat Indonesia yang memang suka heboh dalam berbusana. “Basically orang Indonesia itu punya energi yang lebih untuk berdandan,” ujarnya.
   
Tidak salah memang. Coba saja perhatikan busana adat di Indonesia. Rata-rata memang meriah, baik warna maupun aksesorinya. Dan, ‘energi’ yang berlebih ini juga terbawa dalam busana sehari-hari, termasuk ketika kemudian menerjemahkannya ke busana islami.
   
Kalau kita mengamati tren  yang terjadi di kalangan pemakai jilbab, harus diakui bahwa busana yang disukai itu terlihat wow dari ujung kepada hingga kaki. Dan, masing-masing item memiliki tren.
   
Dahulu, tahun ‘80-an, ‘90-an, hingga awal 2000-an, yang populer adalah dress panjang dengan warna-warna solid bertabur manik-manik dan payet ala Ida Royani atau Ida Leman, atau kerudung berlapis ala Neno Warisman. Belakangan, apa yang ada di pasar sangat mudah berubah: dari kaftan Syahrini, kerudung Ashanty, jilbab Dewi Sandra (dari sinetron Catatan Harian Seorang Istri), hingga terakhir, rok Jodha (terinspirasi dari serial televisi Jodha). Di sisi lain, ada desainer-desainer muda, seperti Dian Pelangi (dengan tie dye) atau Ria Miranda (dengan warna-warna pastel ala shabby chic), yang juga membawa gelombang baru. (f)


 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?