Kecanggihan teknologi mobile dan komunikasi membuat segala sesuatunya lebih mudah. Kemudahan instan ini pula yang ditawarkan oleh konsep co-working space. Freelancer tak perlu boros membeli makanan dan minuman demi mendapatkan sambungan wi-fi dan atmosfer ala kafe untuk mendongkrak mood atau inspirasi. Distraksi yang ditimbulkan oleh lalu-lalang pengunjung serta suara ribut yang tidak bisa dikontrol juga bisa teratasi. Dengan mengusung konsep work-life balance serta pendekatan teknologi canggih, co-working space menjadi ‘sarang’ yang nyaman. Dengan cara kerja remote atau jarak jauh, Anda dapat memanfaatkan waktu perjalanan untuk melakukan hal lain. Apakah itu untuk menikmati pagi dengan beryoga, atau menyesap secangkir teh sambil membaca buku novel kesayangannya sebelum berkutat dengan pekerjaan.
Fleksibilitas memang menjadi ciri khas dalam budaya kerja baru ini. Selain fleksibilitas dalam hal pembiayaan, co-working juga memberikan ruang bebas. Tiap keputusan, mulai dari aturan main dalam bekerja hingga target-target yang ingin diraih, sepenuhnya berada di tangan Anda. Di kondisi inilah Anda bisa lebih mudah mewujudkan work-life balance.
Namun, tidak sedikit yang masih meragukan keefektivitasan dari budaya kerja ini. Ide bekerja bersama-sama orang dari berbagai latar belakang di satu tempat membuat beberapa orang takut menjadi tidak produktif karena terlalu banyak distraksi. Survei global yang dilakukan oleh Deskmag pada tahun 2012 mengungkap fakta menarik lain tentang bekerja secara co-working. Dikatakan bahwa 71% responden pengguna co-working space merasakan peningkatan kreativitas. Bukannya mengalami penurunan kualitas, 62% responden justru mengaku standar bekerjanya meningkat sejak bergabung. Sementara itu, 68% mengaku lebih fokus, dan 64% bisa merampungkan pekerjaan mereka tepat waktu.
Apalagi ditambah dengan dukungan teknologi yang mumpuni, seperti sambungan internet ekstra cepat dan fasilitas teleconference. Tidak ada lagi cerita pengiriman pekerjaan yang tertunda karena jaringan internet yang ngadat.
Masalah gangguan konsentrasi oleh pergerakan aktivitas atau suara juga bisa diminimalkan. Bisa disiasati dengan mendengarkan musik melalui earphone, atau mencari sudut yang tidak begitu ramai. Namun, jika benar-benar menginginkan kondisi nyaris tanpa suara, rata-rata co-working space menyediakan fasilitas khusus. (f)


