Pewarnaan rambut tak hanya dapat menyebabkan rambut kaku, kering, patah, dan rontok, tapi juga reaksi lain. “Cat rambut bisa menyebabkan reaksi alergi, dari yang ringan seperti kemerahan atau gatal, sampai kerontokan rambut yang masif. Meski amat jarang kasusnya, bagi beberapa orang bisa menimbulkan alergi berat dengan keluhan sesak napas yang dapat berujung kematian,” kata dr. Tridia Sudirga, SpKK dari ERHA Clinic Pondok Indah, Jakarta Selatan.
Zat kimia dalam cat rambut juga dapat masuk ke dalam aliran darah dan mudah bereaksi bila terdapat luka di kulit kepala, dan menyebabkan gangguan kesehatan. Namun, tidak semuanya demikian. Federal Drugs Association (FDA) di Amerika sudah mengeluarkan daftar pewarna rambut yang tidak menyebabkan kanker dan kelainan kesehatan lainnya.
Saran:
- Lakukan uji alergi pada kulit sebelum mengecat rambut, khususnya mereka yang memiliki riwayat alergi. Oleskan cat pada tengkuk dan lihat reaksinya selama minimal 15 menit. “Bila terasa gatal, perih, atau kulit tampak kemerahan, sebaiknya pewarnaan rambut dibatalkan,” saran dr. Tridia.
- Jika ada tanda-tanda alergi, segeralah konsultasi ke spesialis kulit untuk mendapat pertolongan secepatnya! Bila diketahui ada alergi, maka harus dilakukan uji tulis untuk mengetahui kandungan apa yang mengakibatkan alergi, sehingga pemakaian di masa mendatang bisa dihindari.
- Pilih pewarna semipermanen atau pewarna rambut non-PPDA (p-phenylenediamine) yang disebut soft permanent coloring. (f)


