Trending Topic
Digital Parenting

21 May 2015

Bukan suatu pemandangan yang aneh jika melihat seorang bayi sedang menonton film dengan tekun pada ponsel atau tablet di hadapannya. Atau dalam satu meja di restoran, melihat sekeluarga makan bersama dalam keheningan karena masing-masing anggotanya sibuk dengan ponsel atau tablet masing-masing. Di balik segala manfaat - baik dari segi pengetahuan atau hiburan - internet ternyata menyimpan sisi negatif yang perlu diwaspadai dan mengancam keselamatan anak-anak.  

Dalam sesi Digital Parenting pada acara Powerlunch Wanita Bicara (21/05), Ruby Alamsyah (Digital Forensic Analyst and Information Security Consultant) menyampaikan, anak-anak rentan mendapatkan risiko cyber bullying, pelecehan seksual, penipuan, bahkan ancaman pembunuhan dari penggunaan internet yang tidak aman.

"Sebagai orang tua, kita perlu mengontrol apa yang diakses oleh anak-anak kita, termasuk memberi edukasi informasi apa saja yang boleh dibagikan ke publik dan tidak," ungkap Ruby. Ia juga menyarankan agar orang tua memasang parenting control pada setting komputer atau peralatan yang dipakai oleh anak, untuk menghindari anak mendapat konten yang tidak sesuai dengan umurnya atau berkenalan dengan orang asing. "Kita harus optimal menggunakan fitur-fitur keamanan tersebut dan tidak boleh untuk tidak peduli akan hal ini," tegasnya kembali.

Hal ini juga disepakati oleh psikolog Ratih Ibrahim, yang menekankan bahwa orangtualah yang 'menciptakan' anak-anak seperti yang sekarang ini. "Fungsi kontrol tidak terbatas pada sistem, tetapi penting juga untuk membangun engagement dengan anak. Ciptakan momen berkualitas untuk anak, menerapkan gaya hidup sehat, terapkan disiplin kepada anak, dan jadilah role model bagi anak," papar Ratih kembali.

Namun, sekali lagi tidak semua hal yang berhubungan dengan teknologi informasi seperti internet hanya melulu memberikan efek negatif pada anak. Dengan menemukan situs yang tepat, anak juga bisa menambah pengetahuan dengan cara menyenangkan. "Ada banyak situs edukasi yang cocok untuk anak di internet. Ini adalah tugas orang tua untuk menginformasikan dan merekomendasikan situs tersebut agar anak-anak memanfaatkan teknologi dan internet secara cerdas dan bertanggung jawab," papar Pepita Gunawan, Lead for Indonesia Education Go Digital Google Edu, di hadapan sekitar 300an peserta yang hadir.

Rully Larasati    







 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?