Unilever Indonesia berhasil melampaui riset pertama di Indonesia tentang asupan asam lemak esensial Omega 3 dan 6 pada anak. Tersebar di 13 propinsi dan pada lebih dari 43.000 anak usia 4-12 tahun, hasil menemukan bahwa anak usia sekolah di Indonesia masih kekurangan asupan asam lemak Omega 3 setiap harinya. Asupan asam lemak Omega 6 juga belum merata, padahal keduanya esensial bagi pertumbuhan. Angkanya baru mencapai 39% dari angka rekomendasi WHO.Pemimpin analisa, Prof. Dr. dr. Ratna Djuwita, MPH (ahli gizi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia), menyebut bahwa masyarakat perlu mendapatkan edukasi tentang lebih banyak lagi sumber makanan yang kaya asam lemak yang tak dapat diproduksi sendiri oleh tubuh itu, kareba pada kenyataannya, salmon, minyak kanola, dan avokad, yang padat Omega, bukan merupakan diet yang lazim di Indonesia.
“Menyikapi ini, margarin Blue Band-Sebaguna Baru yang mengandung Omega 3 dan 6, hadir di pasaran sejak Februari lalu, untuk membantu memenuhi asupan ini. Inovasi ini merupakan salah satu strategi global dalam komitmen program Unilever Sustainable Living Plan (USLP),” jelas Ans Eilander, PhD, Science Leader Micronutrients & Health, dari Unilever Research and Development di Belanda.
“Agar ibu-ibu di rumah tak kehilangan ide dalam menyertakan Omega 3 dan 6 dalam diet anak, website Blue band menyertakan sejumlah resep sarapan bernutrisi. Semuanya mudah dimasak hanya dalam 10 menit!” jelas Johan Mantik, Brand Manager Blue Band.
Di hari yang sama, berlangsung simposium tentang sosialiasi data ini, bagi 200 praktisi kesehatan, di Hotel Mulia, Jakarta.
Trifitria S. Nuragustina
Foto: Dok. Unilever Indonesia.


