Pengalaman pertama ditinggal kekasih saat SMA menoreh trauma di hati saya. Hingga kemudian saya tak pernah berani menaruh cinta hanya pada satu pria. Saya selalu menyimpan hubungan dengan satu pria lain untuk berjaga-jaga sewaktu-waktu ditinggalkan. Hal ini telah berlangsung selama bertahun-tahun.
Sebulan lalu, kedua kekasih saya melamar saya, hanya selang waktu seminggu. Kini saya bingung karena tak bisa menjatuhkan pilihan. Saya menyukai kepribadian A yang humoris dan selalu berhasil membuat hati saya riang. Sementara kedewasaan B sanggup menjadi peneduh hati di kala saya butuh masukan dan konselor. Dasar apa yang harus saya lihat dalam menentukan pasangan hidup?
Maura – Bandung
Menurut psikolog Monty Satiadarma, siap menerima kondisi pilihan berarti siap menerima konsekuensi pula, termasuk menerima kekurangan individu. Ingatlah bahwa tak ada manusia yang sempurna. Dan, jangan pernah membandingkan satu dengan lainnya. Tiap individu itu unik, dan memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.
Jika pria A mengetahui Anda membagi hati, Anda harus siap kehilangan rasa humornya akibat kekecewaannya. Atau, jika si pria B menyadari cintanya diduakan, ia bisa kehilangan daya nalar konselingnya. Apakah Anda siap dengan kondisi ini?
Saran saya, siaplah untuk kehilangan karakter dari pria yang tak terpilih. Anda tak bisa selamanya hidup membagi hati dengan dua pria. Bahkan, ketika Anda bersama dengan pria terpilih, tak selamanya ia bisa mendampingi Anda. Tiap pilihan memiliki risiko sendiri. Berani menghadapi risiko adalah bentuk kepribadian yang matang.
Sedangkan menurut psikolog Irma Makarim, tak salah kalau ada ungkapan hukum tabur tuai. Orang akan menuai sesuai benih yang ia tabur. Anda mungkin tak menyadari bahwa Anda selama ini telah memperlakukan kekasih-kekasih Anda layaknya benda yang tak memiliki perasaan. Anda barangkali merasa bangga karena bisa menaklukkan dua pria sekaligus.
Dalam memilih pasangan, seharusnya Anda melihat faktor kecocokan di antara Anda dan pasangan. Selain kualitas pendamping, tentunya Anda juga harus melihat kualitas diri Anda. Karena, memilih pasangan hidup bukan hanya berdasarkan pada kebutuhan salah satu pihak, tapi juga kecocokan nilai yang selama ini diyakini dan dijalani Anda berdua. Kecocokan ini salah satunya bisa ditandai dengan perasaan nyaman saat Anda tengah menghabiskan waktu bersama pria tersebut.(f)


