Trending Topic
Debt Collector Jadi Kambing Hitam

23 Sep 2015

Stigma sangar dan tak kenal ampun debt collector dijadikan topeng oleh pelaku kejahatan untuk beraksi. Seperti kasus yang dialami Trisya, seorang pengusaha spa, yang ramai diberitakan media massa pada akhir tahun lalu. Wanita itu diculik oleh dua pria asing yang mengaku sebagai debt collector yang mau menagih  utang. Setelah mengajak Trisya berkeliling dengan mobilnya dan mendapatkan uang Rp3,5 juta dari ATM, mereka melepaskan Trisya dengan alasan salah tangkap. Uang tersebut mereka sebut sebagai uang ganti biaya operasional.

Perhatikan Ini!
Kejahatan memang memiliki tingkat adaptasi yang tinggi terhadap perkembangan masyarakat, baik itu perkembangan sosial, perkembangan ekonomi, maupun  perkembangan teknologi. “Kejahatan dengan modus debt collector salah tangkap ini merupakan cara pelaku kejahatan untuk mempermudah mereka mencapai tujuannya,” ujar AKBP Dra. Yulia Hutasuhut, Kasubbid PID Bidang Humas Polda Metro Jaya.

Jika orang-orang yang mengaku sebagai debt collector mendatangi rumah Anda, jangan bukakan pintu, meskipun mereka memaksa. Apalagi jika Anda merasa tidak memiliki  utang apa pun kepada siapa pun. “Jika Anda terpaksa menemui mereka, jangan temui mereka sendirian. Segera hubungi petugas keamanan atau RT di lingkungan rumah Anda untuk mendampingi Anda,” papar Dr. Ade Erlangga Mesdiana, M.Si., kriminolog dari FISIP UI.
   
Tiap polsek memiliki petugas Bhabinkamtibmas (Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat) yang ditempatkan di kelurahan-kelurahan setempat untuk menangani masalah-masalah keamanan di daerah tersebut. Simpan nomor-nomor penting mereka di tempat yang bisa dilihat  tiap orang di rumah untuk keadaan darurat. “Ajari juga pekerja-pekerja di rumah Anda bagaimana menghadapi kondisi semacam ini agar tidak mudah tertipu jika hal ini terjadi saat Anda tidak ada di rumah,” lanjutnya.
   
Jika hal ini terjadi di tempat umum, jangan    mau beranjak dari tempat Anda berada, meskipun dipaksa. Segera dekati petugas keamanan atau  cari kerumunan orang untuk berlindung dari mereka. “Ukur kemampuan Anda. Jika tidak mungkin melawan, segera berlari ke keramaian dan carilah petugas keamanan atau polisi. Keberadaan petugas keamanan atau polisi secara psikologis dapat membuat orang yang tadinya berniat melakukan kejahatan jadi berpikir dua kali,” papar Yulia. (f)



 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?