Erni Aladjai/ GPU
Ken datang ke dalam kehidupan Mae seperti seekor gagak yang mengepak-ngepakkan sayapnya, berantakan dan misterius. Kesepian setelah kehilangan tetangga kesayangannya, Kakek Yoshinaga, Mae berteman dengan Nenek Osano, si penjual ramen, dan Tamia, seorang gadis yang tak sengaja ia tabrak. Tapi, Ken --seorang pemuda enigmatis dan berpenampilan berantakan dengan pakaian serba hitam-- justru yang mengajarkan Mae arti hidup yang sebenarnya dan mengenalkan Mae arti sakit dan bahagia. (f)


