Food Trend
Dari Honje Hingga Patikala

17 May 2014


Siapa mengira jika kecombrang, bunga yang kerap ditemukan tumbuh liar di pekarangan,  saat dihadirkan dalam sajian sederhana seperti urap atau pepes ikan mas, mampu membuat banyak orang surprise mencicipinya!

DARI HONJE HINGGA PATIKALA

Kecombrang bukan sesuatu yang asing dalam kuliner Indonesia. Terna (tumbuhan berbatang lunak) tahunan yang bermanfaat sebagai bahan obat, rempah, maupun sayuran ini tumbuh subur di pelosok Nusantara, dengan nama daerah masing-masing.
Nama ‘kecombrang’ yang digunakan dalam bahasa Indonesia, bisa jadi mengutip penamaan umum dalam budaya Jawa. Di tatar Sunda, disebut honje, bongkot (Bali), kincung (Sumatera Utara), puwar kijung  atau sambuang (Minangkabau), atimenggo (Gorontalo), katimbang (Makasar), salahawa (Seram), patikala (Ternate dan Tidore), dan kala di Gayo Aceh. Uniknya, di India dan Thailand, juga disebut kaalaa, kantan di Singapura dan Malaysia, serta hung geongfa  di Cina.
Bisa jadi, kecombrang juga merupakan salah satu jenis tumbuhan yang punya banyak nama ilmiah, yang satu sama lain disebut sinonim dan sah untuk disebutkan. Dalam Kitab Besar Bahasa Indonesia (KKBI) misalnya, nama ilmiah kecombrang ditabalkan sebagai Nicolaia hemisphaerica, sementara berbagai nama ilmiah lain juga kerap digunakan orang, semisal: Etlingera elatior, Diracodes javanica Bl, Nicolaila speciosa Horan, Phaeomeria magnifica (Roxb.) K. Schum.,  Phaeomeria speciosa (Bl.) Kds, Phaeomeria intermedia Valet, dan banyak lagi.
Apakah ini berkait dengan jenis kecombrang yang memang beragam? Entahlah. Yang pasti Thomas Stamford Raffles dalam buku Story of Java mengidentifikasikannya sebagai Torch Ginger, karena keluarga jahe-jahean satu ini memang memiliki bunga bertongkat yang sekilas mirip nyala obor. (f)



 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?