Trending Topic
Cermat Mengatur Waktu Pribadi

8 Oct 2015

Saat sudah berkeluarga dan punya anak, waktu Anda akan terbagi menjadi 3 bagian: me time, family time, dan couples time. Me time adalah waktu untuk menyenangkan diri sendiri, family time adalah saat-saat bersama suami dan anak-anak, sedangkan couples time adalah momen privat bersama suami dan atau anak. Pada kenyataannya, kompleksitas urusan rumah tangga  tak jarang membuat Anda harus rela kehilangan me time dan couples time, karena Anda akan lebih banyak menghabiskan waktu bersama keluarga.
   
Psikolog Anna Surti Ariani dari klinik terpadu Universitas Indonesia mencontohkan, bila Anda memiliki 2 anak, Anda berarti harus menyisihkan 3 kali couples time: bersama suami, anak sulung, dan anak bungsu. Dan, bila berniat melakukannya pada saat akhir pekan, Nina menyarankan agar aktivitas tersebut sebaiknya tidak dihitung  tiap minggu, tetapi per bulan.

“Dalam sebulan kan ada 4 kali weekend yang bisa Anda manfaatkan untuk mewujudkan quality time. Keuntungannya, Anda bisa pula mewujudkan quality time untuk diri sendiri, keluarga, maupun couples time bersama suami maupun anak,” saran Nina. Kuncinya: cermat mengatur waktu agar Anda berhasil mewujudkan waktu berkualitas untuk keluarga maupun diri sendiri.

Tentu tak mudah menjalankan 3 jenis quality time tersebut. Namun, Nina yakin, Anda bisa menjalin kerja sama yang baik dengan pihak lain, Anda bisa mewujudkannya. Untuk itu, jangan gengsi meminta bantuan orang lain yang Anda percaya saat Anda merasa lelah atau tak sanggup mengerjakannya sendirian.
   
Harus disadari bahwa hidup kita pada dasarnya terbatas sehingga kita perlu bantuan orang lain. Anda yang bekerja pasti membutuhkan tenaga bantuan karena energi Anda terbagi dengan urusan kantor. Begitu pula para ibu rumah tangga yang pasti akan menemukan titik lelah karena telah mendedikasikan seluruh waktu untuk anak dan keluarga. “Anda bukan malaikat yang tak memiliki kekurangan. Anda tetap membutuhkan uluran bantuan orang lain, termasuk dalam menjalankan peran sebagai ibu,” kata Nina.
   
Saat meminta bantuan orang lain pun, akan ada banyak pengorbanan yang harus Anda relakan. Salah satunya  adalah hilangnya kesempatan untuk mendampingi tumbuh-kembang anak secara terus-menerus. Termasuk, apabila Anda tak sempat menyaksikan penampilan anak di pentas seni sekolah. Atau, di saat anak Anda lebih dekat dengan suami, orang tua, maupun pengasuh.

“Saat anak lebih dekat dengan pengasuh misalnya, terimalah hal itu sebagai pengorbanan. Realistis saja karena anak lebih banyak menghabiskan waktu dengan pengasuh ketimbang Anda. Tidak perlu merasa sedih berlebihan, karena, toh, Anda tetap ibu kandungnya,” tutur Nina.

Rizka Azizah


 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?