Berkat sejuta wajahnya, pasar di Indonesia selalu menarik untuk dieksplorasi dan tak bisa dikunjungi hanya sekali. “Gaya display, penjual, dan jenis yang dijajakan selalu berubah mengikuti zaman. Ini yang membuat pasar indah melalui evolusinya dan tiada henti untuk dipelajari,” urai William Wongso, penggagas komunitas Aku Cinta Masakan Indonesia (ACMI), sekaligus penggemar fotografi kuliner. Tip ini mewarnai workshop foto makanan oleh William Wongso dan Santhi Serad (ACMI) yang diadakan Garuda Indonesia, dalam peluncuran Garuda SocialMiles, beberapa waktu lalu, di Jakarta.
Melalui situs www.garudasocialmiles.com, publik diajak untuk berkontribusi cerita perjalanan dengan memunggah foto, video, dan narasi berkualitas, semudah menggunakan blog. Potensi lokal ini termasuk foto-foto pasar dan makanan, karena kuliner merupakan salah satu dari tujuh pilar atensi Garuda SocialMiles.
“Konten dalam situs ini diharapkan menjadi inspirasi publik untuk mau giat berwisata dalam negeri, sekaligus memopulerkan identitas Indonesia dalam langkah digital yang seiring jaman,” jelas Daniel Tumiwa, VP Digital Business Garuda Indonesia.
Uniknya, karya kontributor dapat dikumpulkan sebagai poin GarudaMiles yang bisa ditukarkan menjadi tiket pesawat, voucher hotel, atau hadiah menarik lain. “Jumlah poin kontribusi dapat dilihat di timeline yang akan dimiliki setiap kontributor,” ujar Amalla Vesta, Commercial Expert Garuda Indonesia. Langkah berbagi menjadi lebih mengasyikkan!
TRIFITRIA S. NURAGUSTINA.
FOTO: DOK.CORBIS.


