Career
Cek Reputasi

25 Feb 2013


Meski patut berbangga hati jika dihubungi oleh headhunter, Ferry W. Atmadi, konsultan karier dari Management Development International (MDI), menekankan untuk tidak langsung asal menerima pinangan tersebut. “Sebel.um masuk dalam diskusi yang lebih dalam, periksa terlebih dulu reputasi headhunter yang menghubungi Anda. Apakah bisa dipercaya atau tidak,” kata Ferry.
   
Selain mengunjungi situs resminya, Anda bisa bertanya langsung, siapa saja eksekutif yang telah bekerja sama dengan mereka. “Tak masalah menanyakan hal itu. Bahkan, jika mereka adalah headhunter bereputasi bagus, mereka akan senang hati menceritakan siapa saja eksekutif yang pernah bekerja sama dengan mereka,” ujar Ferry.
   
Walau tidak curiga pada headhunter yang menghubunginya, Ari mengaku selalu melakukan cross check. Ia akan mencari tahu informasi tentang perusahaan headhunter tersebut melalui internet dan business directory. “Saya juga menghubungi rekan sejawat yang kebetulan bekerja di sebuah perusahaan sumber daya manusia,” ungkapnya.
   
Tak kalah penting, periksa pula reputasi perusahaan yang berniat meminang Anda. Kumpulkan informasi sebanyak-banyaknya tentang perusahaan tersebut. Sebab, menurut Ferry tak jarang perusahaan yang memberi tawaran posisi baik dengan gaji yang tinggi, namun tidak stabil. Bisa saja sekarang bagus, namun setahun kemudian perusaan tersebut tutup. “Karena itu, cek dengan seksama siapa orang di balik perusahaan tersebut, bagaimana track record-nya, dan lain sebagainya,” jelas Ferry.
   
Itu pula yang dilakukan Ari. Menyadari akan pentingnya perusahaan yang meminangnya atas kelanjutan kariernya nanti, Ari akan terlebih dahulu mengumpulkan berbagai informasi mengenai perusahaan tersebut. “Meski sudah terkenal, saya tetap mencari tahu. Mulai dari kondisi perusahaan, latar belakang mengapa perusahaan tersebut ingin melakukan ekspansi bisnis, apa yang saat ini mereka bangun, dan lain sebagainya,” tutur Ari.
   
Tak jarang, headhunter tidak menginformasikan tentang perusahaan yang mereka wakili, saat pertama kali menghubungi. “Hal itu wajar. Bukan berarti headhunter tersebut tidak profesional. Biasanya, setelah bertemu langsung mereka baru menyampaikan secara terbuka mengenai perusahaan yang mereka wakili,” kata Ferry.

Sebab, seperti diungkapkan Sisca Ramli, Senior Associate Bo Le Consultants, salah satu Executive Search yang ada di Indonesia, sebelum proses dimulai, penting bagi headhunter untuk mengetahui kesediaan kandidat. “Kalau sudah cukup mengenal kandidat, kami bisa bicara to the point. Namun, pada kandidat baru, kami coba mendapatkan profil dan kesediaan mereka terlebih dulu. Jika dirasa sesuai, kami baru bertemu dan mulai berbicara tentang job opportunity secara jelas pada mereka,” jelas Sisca.

Karena itu, Ferry menyarankan untuk tidak langsung menutup diri saat headhunter menghubungi Anda. “Walau awalnya tidak diberi tahu posisi dan perusahaan yang ditawarkan, tak ada salahnya membuka diri untuk kesempatan yang ada,” saran Ferry. Meski Anda sedang merasa nyaman atau tidak memiliki rencana untuk pindah kerja, cobalah berbicara dulu. Setelah diskusi, barulah Anda  mengambil keputusan terbaik untuk karier Anda di masa depan, menolak atau menerima. (f)



 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?