Berdasarkan survey Ipsos Indonesia Toothpaste Benchmark Tracking Report 2011, 45% orang di Indonesia merasakan ngilu akibat gigi sensitif saat mengonsumsi makanan/minuman dingin, panas, manis, ataupun asam. Namun, dari jumlah itu, 52%-nya tidak menyadari bahwa mereka memiliki gigi sensitif karena enggan memeriksakannya. “Padahal, jika tidak dirawat, bukan mustahil gigi sensitif berujung pada kematian gigi,” ujar Pakar Kesehatan Gigi Bidang Periodonsia, Dr. drg. Ahmad Syaify, Sp.Perio(K). Berangkat dari kekhawatiran ini, Sensodyne bekerja sama dengan FKG UGM, berniat memunculkan kesadaran dan edukasi pada masyarakat, termasuk pada para calon dokter gigi. Tujuan ini diharapkan dicapai dengan menempatkan Student Lounge “Sensodyne Expert Corner” di area kampus UGM. “Diharapkan program ini menjadi pembekalan mahasiswa untuk menyosialisasikan gigi sensitif dan perawatannya kepada masyarakat,” ungkap Dekan FKG UGM Prof. Dr. drg. Iwa Sutardjo Rus Sudarso, S.U., SpKGA(K) yang membuka Student Lounge tersebut, 5 Oktober 2012 lalu, bertepatan dengan Lustrum XII FKG UGM ke-65.
Lucia Priandarini


