- Baca manual book dan pelajari cara penggunaannya dengan seksama.
- Bila Anda masih pemula, buat makanan yang sederhana terlebih dulu. Misalnya menghangatkan makanan.
- Setting waktu yang lebih singkat untuk mengetahui efek pemasakan. Tambahlah waktu jika proses pemasakan belum sempurna. Semakin rendah suhu awal bahan makanan, maka prosesnya akan lebih lama. Bila Anda sudah bisa mengontrol waktu, segalanya akan lebih mudah.
- Perhatikan ukuran makanan. Potongan makanan berukuran kurang dari 5 cm, memungkinkan gelombang mikro mematangkan makanan dengan cepat. Sedangkan yang berukuran besar, membutuhkan waktu yang lebih lama. Potongan makanan yang seragam, akan lebih mudah dalam pemasakan.
- Letakkan semua bahan makanan di dalam wadah, berupa keramik, kaca tahan panas, dan plastik tertentu yang aman untuk microwave. Ada pula piring khusus yang digunakan untuk menggoreng di dalam microwave. Piring ini memiliki lapisan di bagian bawah yang bisa menyerap gelombang mikro.
- Ada pula wax paper khusus yang dapat dipakai untuk membungkus makanan di dalam microwave. Bahan tersebut aman dan tidak membahayakan.
- Agar hasil masakan maksimal, ada beberapa ketrampilan yang bisa Anda pelajari dalam menggunakan microwave. Antara lain:
- Menyusun. Mengatur bahan makanan secara melingkar di dalam wadah adalah cara terbaik, karena gelombang mikro bisa masuk melalui atas bawah, sisi samping dan tengah. Hindari menumpuk makanan agar proses pemasakan berjalan dengan baik.
- Penetrasi. Ketika memasak bahan makanan, bagian membran kulit sebaiknya ditusuk sehingga gelombang mikro bisa dengan mudah menembusnya. Misalnya, beri guratan pada kulit sosis agar tidak meledak.
- Menutup. Air sangat cepat terserap gelombang mikro. Untuk mencegahnya, gunakan penutup dari wax paper untuk microwave. Tapi jangan menutup terlalu rapat, berilah lubang sehingga air bisa sedikit menguap.
- Membungkus. Beberapa bagian pada bahan makanan mudah menyerap gelombang mikro sehingga cepat gosong, apalagi jika mengandung lemak dan air tinggi. Misalnya pada ayam utuh, bungkuslah dengan aluminium foil pada bagian sayap.
- Mixing, turning & rotating. Selama proses pemasakan, lakukan pengadukan makanan bagian pinggir dan tengah. Begitu pula sebaiknya membalik makanan. Hal tersebut akan mematangkan makanan secara merata dan menghindari terjadinya hot spot (bagian yang terlalu matang) dan cold spot (bagian yang kurang matang).
- Standing time. Setelah makanan selesai diproses di dalam microwave, segera keluarkan dan konsumsi. Diamkan beberapa saat agar bagian tengah benar-benar matang dan bagian luarnya tidak terlalu matang dan mengeras.
- Defrost. Ketika memfungsikan microwave pada fitur defrost, seringlah membolak-baliknya. Untuk daging atau jenis protein lain yang ukurannya agak halus, pisahkan terlebih dahulu bagian yang sudah di-defrost. Daging yang berukuran lebih besar atau ayam utuh akan membutuhkan waktu yang lebih lama hingga bagian tengahnya lembek.
- Warming up. Beberapa jenis masakan memiliki metode berlainan untuk dihangatkan. Misalnya nasi yang sudah dimasak harus diberi sedikit air dan dibungkus dengan wax paper untuk microwave. Sedangkan makanan seperti seafood hanya butuh waktu singkat agar bisa dihangatkan.


