Kehidupan Sani Tawainela (Chicco Jericho), mantan pemain sepak bola yang gagal membangun karier profesional, berakhir sebagai tukang ojek. Sani berjuang menghidupi istrinya, Haspa Umarella (Shafira Umm), dan kedua anaknya di tengah situasi konflik yang serba tidak menentu. Ia menyaksikan anak-anak di Tulehu terseret arus konflik agama.
Sani kemudian menetapkan hati untuk melatih anak-anak bermain sepak bola agar tidak terlibat dalam konflik.
Melalui kerja keras dan dukungan temannya yang seorang guru olahraga, Yosef Matulessy (Abdurrahman Arif), Sani dipercaya melatih tim Maluku untuk turnamen sepak bola U-15 di Jakarta. Perjuangan Sani belum berakhir. Di saat yang sama Haspa pergi karena merasa Sani tidak memprioritaskan keluarganya. Film kisah nyata garapan Angga Sasongko ini cukup emosional dengan menonjolkan konflik batin para karakternya. Ia juga mengajak aktris legendaris Jajang C. Noer, musikus Glenn Freddly sebagai produser, dan pemain-pemain baru dari negeri Maluku. (f)


