Home Interior
Bukan Material Murahan

12 Jun 2015

Alvin Tjitrowirjo punya tantangan tersendiri ketika mengerjakan tesis perkuliahan yang mengharuskannya mencari tahu bagaimana membuat ‘bahasa desain’ baru. Dari sinilah ia mempelajari dua identitas Indonesia yang butuh disuguhkan dalam citra baru, yaitu rotan dan budaya menganyamnya. “Rotan adalah material yang bagus, namun sayangnya citra rotan justru menyedihkan. Sempat booming lalu perlahan turun karena banyaknya pihak yang menjual rotan kualitas buruk berharga murah demi memenuhi tingginya minat pasar,” ungkapnya.

Lewat lini AlvinT, Alvin berusaha mengedukasi  masyarakat bahwa  material yang dianggap murah meriah pun bisa diolah menjadi produk berkualitas bagus. Dan, meskipun dirancang oleh desainer lokal, produk tidak kalah dari produk internasional dan  memberikan kebanggaan pada pemiliknya.

Kunci utamanya adalah pemilihan rotan berkualitas bagus. Alvin hanya menggunakan rotan yang memenuhi kriteria siap olah dengan fleksibilitas yang baik. Alvin mengakui, rotan memiliki beberapa karakter yang terkadang masih dianggap kekurangan oleh masyarakat. Contohnya, sifatnya yang lentur tidak semasif kayu, berurat besar sehingga kurang bagus bila dipaku, dan rentan terhadap air. Namun, bagi Alvin, ini justru menjadikan rotan dapat diolah ‘berbeda’ dari material lain.

Sifat yang dimiliki rotan mengharuskan si desainer untuk merancang tampilan unik yang belum tentu bisa didapatkan dengan material lain. Karena rotan cukup rentan terhadap air, maka Alvin juga menghadirkan koleksi furnitur rotan sintetis untuk kebutuhan outdoor.
Alvin melihat, saat ini sedikit demi sedikit masyarakat Indonesia mulai menyadari bahwa rotan sudah kembali dengan tampilan yang mengikuti masa. Sayangnya, kesadaran itu baru sebatas pada segmen pasar menengah atas. Selain banyak konsumen tetap  masih mengutamakan harga dibanding kualitas.

 Namun, Alvin cukup optimistis bahwa dari segmen pasar atas  tersebut nantinya selera masyarakat menengah akan secara tidak langsung terpengaruh. “Bila masyarakat masih berpikir rotan murah meriah, tidak eksklusif, maka itu salah. Furnitur rotan berkualitas bagus cukup terbatas jumlahnya, dan ini justru menjadikannya sangat eksklusif,” ujarnya. (NATHANIA HAPSARI)



 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?