Sex & Relationship
Bila Anda yang Diperebutkan

26 Sep 2014


Menurut psikolog Trihadi, M. Psi, pada dasarnya, ada dua hal utama yang membuat pria umumnya senang berkompetisi. Selain faktor biologis berupa hormon testosteron yang berperan dalam meningkatkan kecenderungan ini, ada pembelajaran sosial atau budaya yang mendorong pria untuk tampil dominan, dan kesuksesan mereka sering kali dikaitkan dengan kemenangan. Pria dengan kepribadian tipe A, yang cenderung senang mengambil risiko, ambisius, serta mementingkan status dan pencapaian, relatif akan lebih kompetitif.

Di sisi lain, seorang pria yang rela bersaing demi mendapatkan wanita incarannya tak selalu berarti memiliki ketertarikan luar biasa pada sang pujaan. Bisa juga, ia justru berfokus pada aspek kompetisi sebagai ajang pembuktian diri, sehingga sang wanita lebih dianggap sebagai trophy.

Ketika dua orang pria yang saling mengenal dengan baik harus bersaing untuk mendekati seorang wanita, mungkin saja mereka membuat aturan main tersendiri agar tidak terjadi saling tikung. Tapi, sejauh mana aturan tersebut bisa dipatuhi sangat bergantung pada kualitas pertemanan keduanya, juga faktor kepribadian mereka, misalnya kedewasaan emosi masing-masing.

Dalam kondisi terburuk, kompetisi semacam ini dapat mengakhiri pertemanan, bahkan menyebabkan permusuhan. Pria yang menang tak akan luput dari rasa sukacita, namun mungkin pula merasa bersalah karena telah menyakiti hati temannya, sehingga tak bisa menikmati kebahagiaan barunya. Sementara itu, pria yang tak berhasil mendapatkan sang wanita bukan tak mungkin bersikap biasa-biasa saja, namun bisa juga merasa kecewa, rendah diri, bahkan depresi.

Jika Anda tengah diperebutkan dua pria, pahamilah bahwa Anda harus proaktif untuk dapat segera keluar dari situasi ini. Makin lama Anda menunda untuk mengambil keputusan, Anda dapat menimbulkan kesan mempermainkan kedua belah pihak, sehingga sangat mungkin mereka akan mundur atau bahkan mengembangkan perasaan antipati. Penting pula bagi Anda untuk membuat batasan-batasan, agar tak terlibat terlalu dalam dengan salah satu pria selagi masih menjalani masa penjajakan.

Ketika Anda telah siap untuk memilih salah satu dari mereka, berikanlah penekanan pada pilihan pribadi Anda, bukan pada kelebihan pria yang dipilih atau kekurangan yang ditolak. Misalnya, “Kalian berdua sama-sama baik dengan cara berbeda, tapi saya merasa memiliki lebih banyak kesamaan dengan dia.”
Dalam situasi seperti ini, pertahankanlah sikap jujur, namun tetap hormat. Jangan sampai Anda memberikan harapan kosong, atau mengambil keputusan karena dilandasi perasaan tidak enak ataupun kasihan.

PUJI MAHARANI





 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?