Rindu pada lempah ikan yang khas dengan terasi Bangka membawa femina kembali ke Mi Lan. Tempat yang langka di ibu kota, mengingat tak banyak yang mengikuti jejak restoran rumahan ini dalam menyajikan kuliner Bangka sejak dibuka sekian tahun lalu.
Sang empunya meracik kuah lempah bersama ikan pari. Gurih ikan menyatu bersama kuah kuning yang segar dari potongan nanas dan campuran kunyit. Pas untuk memesan asam-pedas di pagi hari sekali sebagai hidangan pembuka mata, seawal dibuka Mi Lan di pukul 7 pagi.
Warna Bangka yang semarak berkat pengaruh peranakan terlihat pula dari kehadiran Song Sui, Tahu Kok, hingga Cu Kiok Pit. Yang terbiasa jajan di Bangka mungkin pernah mencoba Song Sui yang banyak dijual dalam gerobak dorong. Lauk berkuah ini berisi jeroan babi, dengan kuah yang memiliki rasa kecap asin yang ringan.
Yang kangen kerupuk ikan, bisa menyantapnya di sini. Selain itu, ada pula gaya mi lokal yang bercampur ikan, bukan bertabur daging ayam sebagaimana sering kita temui. Rasanya sama dengan mi yang sering femina nikmati di Bangka. Pemilik memang ingin tempatnya dikenal sebagai sebuah pusat jajanan.
Tak banyak yang diketahui anak negeri, daerah penghasil sahang (merica) ini memiliki kulat, yakni jamur yang harganya bisa mencapai Rp1.500.000-an/kg dalam bentuk kering. Coba rasa jamur kehitaman dan kenyal ini di dalam Lempah Kulat Ayam. Jamur dari pohon pelawan ini tumbuh setahun sekali, menjelang musim hujan yang diiringi guntur. Seporsi lempah ini Rp200.000. Tak murah, tapi patut dipesan untuk pengalaman kuliner yang bisa dibanggakan! (f)
Alamat: Kompleks Ruko Green Ville AW No.2, Jakarta Barat.
Telp: (021) 56968128.
Jam buka: 07.00-21.00 WIB.
Harga: Rp35.000-Rp220.000. *)Harga sewaktu-waktu dapat berubah. Cek sebelum bersantap.
Suasana: Restoran kecil dalam ruko kompleks perumahan.
*) Sahang: Merica dalam bahasa Melayu.


