Andrea Hirata/ Bentang Pustaka
Sabari mengucapkan akad sekali cukup sekali saja. Fasih, bahkan lebih lancar daripada penghulu. Sabari sudah hafal ucapan nikahnya pada Marlena kelas tiga SMP. Namun, kenyataan tak seindah harapan. Tak lama setelah menikah, Marlena menggugat cerai Sabari. Hidupnya kemudian dicurahkan sebagai ayah untuk Zorro, putra semata wayangnya. Novel ini bukan sekadar cerita keluarga Sabari. Andrea tetap menyelipkan kisah persahabatan dan keakraban khas masyakat Belitung yang bersahaja. Memasukkan juga untaian-untaian puisi. Andrea berusaha menyusupkan kehangatan ke dalam hati pembacanya. (f)


