Sex & Relationship
Anomali Pria Bawel

10 Apr 2014

    
Dibandingkan dengan pria, selama ini wanita telah lama dikenal cerewet dan hobi bergosip. Dalam buku Why Women Talk More Than Men: Language Protein Uncovered yang ditulis oleh Catherine Griffin disebutkan, wanita bicara 3 kali lebih sering daripada pria. Jika wanita mengucapkan sekitar 20.000 kata per hari, pria hanya 7.000 kata per hari. Seolah menjadi antitesis dari teori di atas, kini banyak dijumpai pria-pria yang lebih ‘bawel’ di media sosial daripada wanita.

Penelitian di University of Maryland School of Medicine, Amerika Serikat,  menemukan penyebab mengapa wanita terlahir sebagai makhluk berisik. Otak  wanita  mengandung
protein  FOXP2   sebanyak  30%  lebih  banyak   daripada   pria. Protein FOXP2 bertanggung  jawab terhadap kemampuan seseorang untuk berbicara dan mempelajari bahasa. Meski teorinya wanita lebih ceriwis daripada pria,  kini ada sebuah anomali, di mana pria yang justru lebih bawel daripada wanita. Bedanya, mereka bawel di media sosial.  

“Biasanya, pria yang dalam kehidupan sehari-hari sudah cerewet akan memiliki kecenderungan cerewet di dunia maya. Namun, tidak menutup kemungkinan, pria yang memiliki sifat introver berubah cerewet di media sosial karena ia telah menemukan media yang nyaman untuk mengekspresikan pikiran dan perasaannya,” ungkap Ajeng Raviando dari Teman Hati Konseling.  

Menurut Ajeng, pada dasarnya, pria kesulitan untuk mengungkapkan pikirannya secara verbal, berbeda dengan wanita yang lebih mudah mengekspresikan perasaannya. Oleh sebab itu, ketika ia menemukan suatu media, di mana ia bisa bebas menyalurkan apa yang dirasakannya, ia seolah menemukan dunia baru yang lebih mengasyikkan.

Sebenarnya, ada banyak alasan pria lebih memilih aktif di dunia maya. Pertama, dia ingin menyebarluaskan pemikiran-pemikirannya ke banyak orang, tak hanya membaginya kepada orang terdekat. Bisa jadi, apa yang ia ungkapkan menyangkut   pekerjaannya. Kedua, ia menggunakan media sosial untuk komplain pada suatu hal yang dianggapnya salah. Ini menjadi cara untuk melampiaskan emosinya. Ia menghindari konflik dengan pasangan karena belum tentu keluh kesahnya diterima oleh pasangannya. Ketiga, sebagai tempat untuk mengaktualisasikan diri kepada lingkungan luar melalui foto diri dan kegiatan yang dilakukannya.

Daria Rani Gumulya




 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?