Ayi Jufridar/ Noura Books
Kesehatan yang memburuk tidak memupuskan semangat Sudirman untuk melakukan perlawanan dan memperjuangkan tanah air. Ia menembus hutan dengan siasat yang tak pernah disangka musuh, mengorbankan segala harta yang dimilikinya, dan merelakan jauh dari orang-orang yang amat dicintainya. Dinaungi bayang-bayang kematian, 693 km ia jejaki demi merebut kemerdekaan. Novel ini menjawab apa sesungguhnya yang menjadi kekuatan Sudirman sekaligus bagaimana kekecewaan Sang Jenderal terhadap pemimpin sipil kala itu. (f)


