The Business of Fashion (BOF) kembali merilis daftar 500 tokoh berpengaruh dalam industri fashion dunia, mulai dari kalangan model, desainer, penggiat dunia fashion, media, pekerja fashion, serta pengusaha retail berdasarkan analisis data dan riset panjang dari tim kurator BOF. Para kandidat berasal dari perusahaan kelas dunia hingga perusahaan pemula yang berperan penting dalam melahirkan para bintang baru di dunia fashion. Dan salah satu peran penting mereka adalah sebagai vital connectors yang berhasil menjalin sinergi dengan komunitas fashion global – bukan hanya New York, London, Paris dan Milan, tetapi juga Sao Paulo, Mumbai , Beijing hingga Jakarta.
Nama-nama yang masuk daftar bergengsi ini antara lain, Anna Wintour, Editor in Chief majalah Vogue US, penggagas kompleks belanja dan kuliner, 10 Corso Como, Carla Sozzani , David Lauren, Senior Vice President, Ralph Lauren, dan Fotografer, Terry Richardson. Termasuk pula model-model ternama, seperti Cara Delevigne, Coco Rocha, David Gandy, Alexa Chung, Freja Beha Erichsen, Gisele Bundchen, Kate Moss, dan Miranda Kerr. Namun yang paling membanggakan adalah bersandingnya nama CEO Femina Group dan Ketua Umum Jakarta Fashion Week, Svida Alisjahbana, dalam jajaran tokoh influential di dunia mode global tersebut.
Dalam kategori Catalyst, Svida menjadi salah satu kandidat dari 46 tokoh berbagai negara yang dinilai memiliki peran vital dalam mendukung desainer-desainer muda Indonesia di kancah pasar internasional. Melalui kerja kerasnya, lahirlah dua program tahunan bertaraf internasional, yakni Jakarta Fashion Week dan Indonesia Fashion Forward. Menyambut penyelenggaraannya yang ke-7, Jakarta Fashion Week telah berhasil dikenal sebagai fashion week terbesar di Asia Tenggara.
Keberadaannya pun makin diperhitungkan di komunitas fashion Asia dan Eropa. Tak hanya mengedepankan karya-karya fashion terbaik dari dalam negeri, Jakarta Fashion Week selalu menampilkan karya para desainer dari berbagai negara dan organisasi fashion dunia, seperti India, Australia, Jepang, Inggris dan Belanda. Lalu, melalui program Indonesia Fashion Forward para desainer lokal memperoleh kesempatan untuk mempertunjukkan rancangan karyanya di runway fashion week bergengsi, seperti Tokyo Fashion Week, Paris Fashion Week, dan Seoul Fashion Week.
“Penghargaan ini merupakan catatan penting bagi industri fashion negeri ini dalam perjalanan Indonesia memperkenalkan begitu banyak talenta terbaik kepada industri fashion global. Bukan hanya desainer dan karyanya, Indonesia juga berpotensi mengangkat model, hair stylist, make-up artist, hingga fashion organizer agar sejajar dengan negara-negara yang memiliki industri fashion yang lebih maju,” ungkap Svida. (Woro Hartari Trianti)


