Self- esteem remaja mempunyai tantangan berbeda di setiap era. Saat ini ‘musuh’ terbesar adalah komunikasi antar peers secara virtual. Online bullying hanya satu soal. Masih banyak masalah lain. Bagi banyak remaja penerimaan dari peer group bisa diartikan sebagai berapajumlah likes yang ia terima manakala sebuah foto (diri) diunggahnya. Maka ketika likes yang diperoleh hanya sedikit, hal itu bisa dipersepsinya sebagai penolakan atau ketidaksukaan pada dirinya.
Di sisi lain, remaja juga bisa terintimidasi pada kecantikan dan penampilan serba sempurna dari para selebriti di ranah maya itu. Brand Dove memiliki sebuah kampanye global The Dove Self-Esteem Project (selfesteem.dove.com) yang memfokuskan diri pada edukasi
body confidence dan self-esteem.
Masalah-masalah seperti diatas menjadi bagian dari program yang melibatkan mentor ahli, para orang tua dan sekolah di Amerika, beberapa negara Eropa dan Afrika itu. Ada sekitar 17 juta remaja usia 7 – 17 tahun sudah terjangkau dalam program yang diinisiasi pada 2012 itu. Sudah saatnya Indonesia memiliki program ini.(f)
Petty S Fatimah



