True Story
Atalia Praratya, Mengimbangi Langkah Gesit dan Cepat Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil

24 Sep 2018


 

MENDAPAT KEPERCAYAAN 
 
Saat menikah dengan Ridwan Kamil, 21 tahun lalu, Atalia mengaku seperti memasuki dunia yang berbeda. Saat itu Emil tengah merintis kariernya sebagai arsitek muda, dunianya penuh dengan ide kreatif. Di lain sisi, Atalia yang lulusan jurusan hubungan internasional ini justru merasa sangat tidak kreatif.
 
"Tapi rupanya, perbedaan itulah yang justru membuat kami saling melengkapi. Ibaratnya, Kang Emil itu otak kanan, saya lebih ke otak kiri," ceritanya, membuka percakapan dengan femina usai membuka acara Wise Women Entrepreneur Masterclass yang diselenggarakan komunitas Wanita Wirausaha Femina dan Commonwealth Bank di Bandung, Juli lalu.
 
Setelah menikah dan sempat berpindah-pindah negara mengikuti karier Emil, pasangan ini kembali ke Indonesia pada tahun 2002. Saat itu keduanya sepakat berkolaborasi membesarkan bisnis perusahaan arsitek milik Emil, PT Urbane Indonesia, yang terus berkembang sampai sekarang, yang diawaki sekitar 70 arsitek.
 
"Saat itu Kang Emil lebih banyak di eksternal, bertemu klien, sedangkan saya mengurus kegiatan internal perusahaan sebagai direktur administrasi dan keuangan,” ungkap Atalia, yang ketika itu juga sudah akrab dengan berbagai kegiatan kemasyarakatan, seperti LSM Cipta Dewi yang bergerak dalam bidang seni budaya.
 
Dengan latar belakang seperti ini, tak heran jika setelah Emil akhirnya terjun ke politik dan terpilih sebagai Wali Kota Bandung periode 2013 - 2018, Atalia tak ragu terjun langsung ke masyarakat, berdampingan dengan langkah suaminya.
 
Apa yang dilakukan Atalia pun berhasil mencuri perhatian warga. Apalagi, harus diakui, tidak banyak istri pemimpin daerah yang bisa dengan luwes masuk ke masyarakat dan menggerakkan mereka untuk berbuat sesuatu yang bermanfaat untuk lingkungan sekitar. Dari track record yang ada, Atalia mampu melakukan hal tersebut dengan baik.
 
Di lain sisi, Emil sangat terbuka mengungkapkan rasa cinta dan kekagumannya pada sosok sang istri yang selalu ia panggil dengan sebutan Si Cinta itu. Unggahan-unggahan lewat akun Instagram @ridwankamil yang kini sudah memiliki 8,4 juta followers menjadi cara berkomunikasi yang khas dari Emil untuk menjangkau warga. Popularitas pasangan ini di media sosial tak dipungkiri juga turut berperan mendekatkan Si Cinta pada warga Bandung. Keduanya punya panggilan akrab: Kang Emil dan Teh Cinta (Teh dari kata Teteh - Red), khas urang Sunda.
 
“Warga Bandung itu senang curhat, bahkan untuk hal-hal yang kecil sekalipun. Kami sudah terbiasa dengan itu. Niat kami menjalani semua ini semata-mata untuk ibadah, sehingga dijalani dengan ikhlas dan dinikmati. Santai saja,” katanya sambil tertawa, menanggapi berbagai komentar di akun Instagram milik suaminya yang jumlahnya bisa ribuan untuk satu unggahan. Apalagi jika itu unggahan tentang dirinya, Si Cinta.
 
Atalia mengakui, saat ia mulai memasuki kehidupan sebagai istri wali kota, ada perasaan ragu, karena bagaimanapun dunia ini berbeda lagi dengan lingkungan yang ia tekuni sebelumnya sebagai pengelola perusahaan. Kepemimpinan butuh contoh, dan bagi Atalia keseriusan Emil mengurus warga akhirnya memicu Atalia untuk tergerak berperan lebih aktif.
 
“Saya paling senang bertemu orang. Ada kebahagiaan tersendiri ketika saya bisa berbagi. Hal ini pula yang membuat apa yang saya lakukan tidak menjadi beban, walaupun jadwal kami berdua menjadi padat,” katanya.
 
Sebagai suami, Kang Emil cukup terbuka tentang masalah-masalah menyangkut pekerjaannya sebagai wali kota. “Dia suka curhat soal masalah warga kepada saya. Dan biasanya, apa yang tidak bisa ia kerjakan, saya diminta untuk mengerjakannya. Mungkin ia lebih nyaman mendisposisikan pekerjaan yang kebetulan cocok untuk saya. Sementara saya juga dengan senang hati melakukannya,” katanya.
 
Ia mengakui bahwa kepercayaan yang diberikan suaminya meningkatkan kepercayaan dirinya untuk dapat maju dan tampil dalam masyarakat. “Ketika saya berada di mana pun, saya merasa, suami saya saja percaya saya mampu, berarti saya bisa mengerjakannya.
 
Hal ini membuat saya percaya diri,” katanya. Dengan apa yang ia lakukan kini dan perannya sebagai istri Wali Kota Bandung yang sama-sama menjalankan tugas untuk melayani warga Bandung, ia merasa lebih banyak masyarakat yang terangkul.
 
Etos bekerja bersama-sama ini membuat Atalia tidak ingin setengah-setengah agar hasilnya pun maksimal. Maka, ia berusaha meningkatkan kemampuannya dengan berbagai cara. Banyak belajar menjadi kata kunci Atalia untuk bisa mengimbangi langkah cepat dan gesit Emil.
 
Ia mengaku belajar secara autodidak, dari membaca, menonton televisi, hingga belajar dari bertemu banyak orang dan tentu saja bertukar pikiran dengan suaminya. Baginya, pengalaman adalah guru. “Jadi, saya paling hobi ikut kegiatan seminar, pelatihan, atau workshop, terutama di awal-awal Kang Emil menjabat sebagai wali kota. Kalau ada kesempatan, saya senang datang dan belajar," tambahnya.
 
Tahun lalu, Atalia menyelesaikan kuliah S-2 jurusan Ilmu Komunikasi di Universitas Pasundan, Bandung. bekal ilmu baru ini juga menguatkan langkah Atalia berkiprah dalam masyarakat.
"Bagi saya, sosok suami itu perannya paling besar dalam membentuk istrinya menjadi mandiri. Pria yang seharusnya mengasah kemampuan istrinya sebagai wanita agar lebih moncer, istilahnya,” katanya, tertawa.
 

Faunda Liswijayanti


Topic

#truestrory, #kisahcinta, #andadandia, #ridwankamil

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?