
Foto CF
Riset untuk menjadikan tanaman ganggang (algae) sudah lama dilakukan untuk menjawab kebutuhan dunia akan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terus meningkat. Namun, para ilmuwan tetap meyakini bahwa ganggang merupakan salah satu potensi alam terbaik untuk diolah menjadi bahan bakar nabati (biofuel).
“Ganggang mengandung lebih banyak lipids (minyak) per acre jika dibandingkan dengan tanaman lain. Kira-kira 10 – 100 kali lebih banyak,” ujar Regional Application Scientist PT Merck Chemicals and Life Sciences (MCLS) Chong Mun Keat, Ph.D, saat ditemui di Media Briefing (14/4) di sela kegiatan Pameran LabIndonesia 2016, Jakarta. Chong menambahkan, Indonesia memiliki kondisi alam yang pas untuk membudidayakan tanaman ganggang. Sebagai negara tropis, Indonesia memiliki sinar matahari yang cukup dan juga kualitas dan kuantitas air yang baik.
Pada saat bersamaan, Head of Research and Applied Solutions Commercials MCLS Syahroni, mengatakan optimis bahan bakar nabati akan dapat dikembangkan di Indonesia, “Salah satu harapan kami, bahan bakar nabati tanaman ganggang akan dapat memenuhi program mandatori biodiesel 20 persen untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia akan BBM.”


