Wisma Atlete Kemayoran, Jakarta Utara (22/3) yang dijadikan Rumah Sakit (RS) Darurat Penanganan Covid-19, sudah dapat beroperasi mulai Minggu (22/3). Dalam empat hari Wisma Atlet yang pernah digunakan saat perhelatan Asian Games 2018 “disulap” menjadi rumah sakit hasil kerjasama berbagai pihak, termasuk swasta.
Sarana-sarana lain dalam Rumah Sakit yang dapat menampung kurang lebih 2.500 pasien ini pun terus dilengkapi. BUMN akan mensuplai kebutuhan-kebutuhan RS Darurat Penanganan Covid-19 ini, baik peralatan kesehatan, obat-obatan, alat pelindung diri dan masker, serta jaringan telekomunikasi hingga 500 MB.
Ada empat gedung yang sudah di-upgrade menjadi tempat perawatan pasien Covid-19. Khusus gedung atau Tower 6 dan 7 dilengkapi peralatan seperti laboratorium dan ruang radiologi, ruang isolasi (ICU maupun non ICU) untuk merawat pasien Corona.
Pada saat pelaksanaannya, RS Penanganan Darurat Covid-19 ini, akan dibagi dalam 3 zona. Zona Hijau adalah Tower 1, akan diisi oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Hanya orang yang berkepentingan yang dapat memasuki daerah ini. Termasuk di dalamnya dari pihak TNI, Polri, BNPB dan kelompok relawan.
Zone Kuning adalah Tower 3, akan diisi oleh Dokter, Perawat dan Petugas Paramedis lainnya.
Zone Merah adalah Tower 6-7, adalah RS Darurat Penanganan Covid-19. Hanya mereka yang menggunakan APD lengkap yang dapat masuk ke zona ini selain pasien.
Para tenaga medis terdiri dari tenaga medis TNI, Polri, BUMN termasuk dari rumah sakit swasta dan kelompok yang memiliki kemampuan untuk memberikan tenaganya.
Menyikapi kesiapan rumah sakit darurat, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) yang melakukan kunjungan ke Wisma Atlet Kemayoran, pada Senin (23/3) dalam pidatonya menyampaikan bahwa pemerintah akan memastikan bahwa empat tower Wisma Atlet Kemayoran telah selesai diperbaiki dan dirapihkan sehingga siap 100 persen digunakan sebagai Rumah Sakit (RS) Darurat Covid-19 sekaligus rumah isolasi khusus bagi para pasien.
“Perlu saya sampaikan bahwa Wisma Atlet ini memiliki kapasitas 24.000 orang yang saat ini yang telah disiapkan adalah untuk 3.000 pasien dengan wilayah ruang yang telah ditata dengan sebuah manajemen yang baik, baik itu untuk pasien, untuk dokter, untuk paramedis, semuanya ditempatkan dengan manajemen ruang yang berbeda,” kata Jokowi.
Saat ini, Kementerian BUMN juga tengah mempersiapkan fase kedua penambahan kapasitas Wisma Atlet dan mempersiapkan sekitar 3.000 kamar untuk menampung para pasien penyakit yang menyerang sistem pernapasan itu.
Duplikasi Inovasi RS Darurat Covid-19 di Sejumlah Daerah
Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) rencananya akan menduplikasi inovasi Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet ke daerah-daerah untuk mempersiapkan lonjakan penambahan pasien positif Covid-19. Hal itu dikatakan oleh Staf Khusus Menteri BUMN Bidang Komunikasi, Arya Sinulingga dalam keterangannya pada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Graha BNPB, Jakarta, Rabu, Selasa (24/3).
Adapun beberapa daerah itu menurut Arya antara lain Semarang, Bandung dan Surabaya yang diupayakan dengan pihak Kementerian BUMN guna mencari tempat-tempat yang dapat menampung banyak orang di daerah-daerah tersebut.
Kemungkinan besar, kata Arya, mereka juga akan bekerja sama dengan Kementerian Agama untuk menggunakan Asrama Haji di daerah untuk dijadikan sebagai rumah sakit darurat khusus untuk pasien Covid-19 yang membutuhkan perawatan medis.
Hal-hal itu adalah sebagian usaha yang dilakukan oleh Kementerian BUMN untuk memastikan bahwa semua fasilitas siap untuk menghadapi wabah Covid-19.
Jumlah kasus warga yang positif terpapar virus corona yang merupakan penyebab Covid-19 di Indonesia bertambah sebanyak 107 kasus menjadi 686 kasus dengan angka kematian bertambah 7 orang menjadi sebanyak 55 orang. Data yang tersebut merupakan kasus yang dilaporkan dari 23 Maret pukul 12.00 WIB hingga 24 Maret pukul 12.00 WIB.
Menurut data yang dihimpun, sebanyak 107 kasus baru tersebut berasal di antaranya dari DKI Jakarta (70 kasus), Jawa Timur (10 kasus), Banten (9 kasus), Sumatera Utara (5 kasus), Jawa Tengah (4 kasus), serta masing-masing 1 kasus di DI Yogyakarta, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Nusa Tenggara Barat, Sumatera Selatan, Sulawesi Utara, Riau dan Papua.
Data global menyebutkan jumlah orang yang terpapar COVID-19 sudah lebih dari 382 ribu orang dengan jumlah kematian lebih dari 16 ribu orang.
Negara-negara yang terbanyak jumlah kasusnya sejak Covid-19 merebak adalah Republik Rakyat Tiongkok (sekitar 81 ribu kasus), Italia (sekitar 63 ribu kasus), Amerika Serikat (sekitar 46 ribu kasus), Spanyol (sekitar 35 ribu kasus), dan Jerman (sekitar 29 ribu kasus).
Kemudian negara Iran (sekitar 23 ribu kasus), Prancis (sekitar 19 ribu kasus), Korea Selatan (sekitar 9 ribu kasus), Swiss (sekitar 8 ribu kasus), dan Inggris Raya (sekitar 6 ribu kasus).
Sementara di kawasan ASEAN atau Asia Tenggara, jumlah negara yang memiliki kasus positif COVID-19 terbanyak adalah Malaysia yang kemudian diikuti oleh Thailand. (f)
Baca Juga:
Demi Kesehatan Anak, Guru, dan Masyarakat, UN 2020 Ditiadakan
Lawan COVID19, Platform Digital Berkolaborasi untuk Edukasi Masyarakat
Waspada, Gejala Ini Biasanya Dirasakan Pasien COVID-19 Berusia Muda
Faunda Liswijayanti
Topic
#corona, #rumahsakitkhususCOVID19, #covid19, #viruskorona, #viruscorona


