Trending Topic
Masih Ngeyel Nggak Mau Pakai Masker, Kenapa Ya?

25 Oct 2020


Foto: Freepik

Berbagai Faktor Pendorong Orang Menolak Masker
Selain faktor kenyamanan, ada berbagai alasan mengapa orang memilih untuk tidak mengenakan masker seperti alasan sakit, kondisi mental, politik, agama, perbedaan aturan dan herd imunity disebut-sebut menjadi alasan mengapa orang menolak menggunakan masker.

Psikolog Eboney Jackson menyebutkan bahwa penggunaan masker bisa saja berdampak buruk bagi sebagian orang yang sering mengalami kecemasan. “Karena mereka sulit bernafas saat memakai masker, dan melepas masker bisa membuat orang merasa ‘lebih tenang’, “ ungkap Jackson.

Namun, seorang profesor ilmu sosial dan perilaku di School of Global Public Health di New York University, Amerika Serikat (AS), David B. Abrams, menyebutkan munculnya banyak penolakan pada penggunaan masker bisa terjadi karena virus dan pandemi ini masih terasa sangat asing.

Menurut Abrams, seperti dikutip dari Huffington Post, manusia seperti primata lainnya yang memiliki naluri kuat untuk bertahan hidup, tanpa disadari akan melakukan stimulasi yang bisa saja menghapus pemikiran rasional ketika mendapatkan ancaman tiba-tiba dari ‘musuh’ yang tidak dikenal. Dalam hal ini, virus COVId-19.

Kondisi tersebut ditambah parah dengan simpang siurnya informasi seputar penggunaan masker sebagai bentuk perlindungan diri dari ancaman virus COVID-19. Informasi yang tidak konsisten dan ketidakpastian tentang penggunaan masker disebut Joseph J. Trunzo, profesor dan Ketua Departemen Psikologi di Universitas Bryant di Smithfield, Rhode Island, AS, sebagai pendorong orang menolak memakai masker.

Trunzo menjelaskan bahwa perilaku manusia, bahkan perilaku yang tampaknya sederhana, seperti mengenakan masker atau tidak - ditentukan oleh beberapa faktor, keyakinan politik, ideologi, faktor sosial, dan pendidikan. Ketidakpastian yang terjadi di masa pandemi ini mendorong orang untuk memegang kendali pada dirinya sendiri. ”Ketidakpastian melahirkan ketakutan, yang secara alami memicu kebutuhan akan kontrol," kata Trunzo.

Jika kondisi ketidakpastian dan kebingungan terus terjadi, Psikolog klinis yang juga profesor kesehatan masyarakat di The University of Alabama di Birmingham, Joshua Klapow menyebutkan hal ini dapat menimbulkan frustasi.

"Manusia tidak suka merasakan ketidaknyamanan, jadi pada tingkat dasar, itulah yang mendorong beberapa orang melewatkan atau tidak memakai masker,” ungkap Klapow.

Namun, lebih dari itu ketika aturan memakai masker berbeda di satu tempat dengan tempat lain. Ada negara yang mewajibkannya, namun ada pula yang menyerahkannya ke masing-masing orang. “Ketidakseragaman ini menciptakan sumber frustrasi lain," kata Klapow yang menekankan pentingnya konsekuensi atau sanksi yang lebih tegas ketika seseorang tidak menggunakan masker.

Kelompok remaja disebut sebagai kelompok yang paling rentan terhadap perilaku berisiko seperti pergi tanpa masker. Keinginan kelompok usia muda ini untuk memegang kendali pada apa yang meerka lakukan, disebut Jacqueline Gollan, Psikolog dan Profesor Ilmu Psikiatri dan Ilmu Perilaku di Northwestern University Feinberg School of Medicine sebagai alasan yang mendorong mereka abai menggunakan masker. 

Baca Selanjutnya: Perubahan Perilaku Butuh Waktu, Tidak Bisa Instant


Faunda Liswijayanti


Topic

#IngatPesanIbu, #3M, #satgas, #corona, #covid19, #feminamaskerchallenge, #masker

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?