
Seorang wanita dan anaknya yang masih kecil menunggu di penampungan para pencari suaka di Tijuana, Meksiko. Foto: Nina Lakhani/The Guardian
Apa yang dikhawatirkan oleh Kate Voigt tergambar jelas pada suasana persidangan terhadap 74 imigran gelap, kebanyakan dari Amerika Tengah, di Pengadilan McAllen, Texas, Amerika Serikat, menjelang Trump menandatangani surat perintah eksekutif.
Pengacara para imigran tersebut mengatakan bahwa 24 dari 74 imigran yang siap menjalani persidangan itu adalah para orang tua yang dipisahkan dari anak-anak mereka oleh pihak berwenang AS saat tertangkap di perbatasan.
Seorang ayah bernama Oscar Rox-Flores, imigran asal Guatemala yang dipisahkan dari putrinya, dua hari sebelumnya di perbatasan AS – Meksiko, berharap agar Hakim bersedia mengabulkan permohonannya.
“Dalam kasus ini, saya bersama dengan putri saya,” kata Oscar kepada Hakim J. Scott Hacker, “Saya memohon agar kami dideportasi, sehingga kami bisa kembali pulang bersama-sama,” lanjutnya penuh harap.
Sayangnya, Hakim tidak bisa memberikan jaminan terhadap permohonannya ini. “Saya tidak punya jawaban untuk pertanyaan itu. Semoga prosedurnya tersedia,” jawab Hakim Hacker.
Sementara itu, puluhan wanita pencari suaka yang tinggal di penampungan biarawati Madre Assunta Scalabrini di Tijuana, Meksiko, masih berharap bahwa mereka bisa meraih hati pemerintah AS dan memulai hidup baru di negara berlambang dewi keadilan Liberty itu.
Ana Ramirez (34) tiba di penampungan itu sekitar 12 hari yang lalu. Bersama anaknya yang berusia 17, 11, dan cucunya yang berusia 18 bulan, ia melarikan diri dari kota di pesisir pantai Acapulco, Meksiko Selatan.
Keputusan untuk meninggalkan Meksiko dan mencari suaka ini bahkan disarankan oleh staf pemerintah setempat. Sebab, Jika tidak, maka sekelompok pria dengan seragam tentara, akan membunuh seluruh keluarganya. Kecuali, jika Ana merelakan putra tertuanya yang masih duduk di bangku SMA untuk berjualan narkoba bagi mereka.
“Saya punya bukti, jika kami kembali, maka mereka akan membunuh putra saya dan kami semua. Saya berusaha untuk menjaga keutuhan keluarga kami…Saya mencari suaka, saya tidak akan menerobos perbatasan secara ilegal,” ungkap Ana kepada The Guardian. Setelah sempat berada di urutan 1.000 dalam daftar pencari suaka, kini Ana telah berada di urutan ke-400. (f)
Baca Juga:
Ketika Trump Memisahkan Anak-Anak dari Ibu Mereka
Merasa Tidak Disukai Presiden Trump Karena Perselingkuhannya, Kristen Stewart Buka Suara
10 Fakta Barron Trump, First Boy di Gedung Putih Setelah Era Presiden John F. Kennedy
Topic
#donaldtrump




