Trending Topic
Bahaya Di Balik 'Keberuntungan' OTG

4 Nov 2020


Foto: Shutterstock

Isolasi Mandiri OTG

OTG harus melakukan isolasi mandiri. Jika kondisi rumah memungkinkan, isolasi bisa dilakukan di rumah. Yang dimaksud dengan kondisi rumah yang memungkinkan adalah memiliki ruangan terpisah dari anggota keluarga lainnya. Jika tidak memungkinkan, Erlina menyarankan untuk melakukan isolasi di fasilitas yang sudah disiapkan oleh pemerintah.

Selain istirahat dan mengonsumsi makanan bernutrisi, berikut lima hal yang perlu dilakukan OTG yang sedang melakukan isolasi mandiri di rumah:
  1. Pantau suhu tubuh dua kali sehari (pagi dan malam) untuk memastikan suhu tubuh stabil. Jika suhunya terus naik, segera periksa ke rumah sakit.
  2. Pasien harus berada dalam kamar untuk menghindari penularan ke anggota keluarga lainnya. Selain pasien, anggota keluarga juga harus menggunakan masker.
  3. Usahakan kamar yang digunakan oleh pasien memiliki ventilasi agar sirkulasi udara dapat berjalan dengan baik. Usahakan juga ada sinar matahari yang masuk.
  4. Pisahkan peralatan makan pasien dengan anggota keluarga lainnya. Segera cuci dengan sabun setelah digunakan. Begitu juga dengan pakaian yang dikenakan, pisahkan dengan pakaian anggota keluarga lainnya. Cuci menggunakan detergen. Bila perlu, gunakan air panas saat mencucinya.
  5. Keluarga terdekat harus melakukan rapid test. Jika status pasien adalah pekerja, maka ia wajib menginformasikan pihak kantor agar segera melakukan tracing dan penyemprotan disinfektan di lingkungan tempat kerja.
Erlina juga menghimbau kepada masyarakat agar tidak mengucilkan OTG. “OTG harus di-support,” ujarnya. OTG tidak boleh keluar rumah, sehingga lingkungannya harus membantu memenuhi kebutuhannya, seperti menyediakan bahan makanan.

Normalnya, selama 14 hari, virus  sudah kalah oleh antibodi yang dibentuk oleh tubuh. Dalam beberapa kasus, walau sudah melebihi 14 hari, virus masih terdeteksi positif. Untuk kasus seperti ini, biasanya Erlina akan menunggu hingga 28 hari. Jika masih positif, kemungkinan itu adalah sisa-sisa atau bangkai virus yang masih terdeteksi oleh alat pendeteksi. Sisa-sisa virus ini tidak infeksius, sehingga pasien dinyatakan sembuh.

OTG memang suatu keberuntungan, tapi bukan berarti OTG boleh tenang-tenang saja. Ada risiko yang harus dihadapi, seperti anggota keluarga atau rekan kerja yang memiliki kemungkinan tertular. Dan, belum tentu gejala yang mereka hadapi sama seperti OTG. Untuk itu, semua diharapkan untuk terus wasapada dan melakukan 3M sebagai kebiasaan baru yang bisa mencegah dan memutus penularan COVID-19.
Baca juga:
Update COVID-19: Roadmap Vaksinasi Nasional dan Persiapan SDM
Uji Efektivitas Masker Kain: Mana yang Terbaik?
Mengapa Harus Ekstra Waspada Saat Musim Hujan di Masa Pandemi?

 


Topic

#3M, #ingatpesanibu, #satgas, #covid19, #corona

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?