Gejala ADHD dewasa atau orang bermasalah itu beda tipis. Foto ilustrasi: Pexels/Andy LeePernah mendengar soal ADHD (Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas) dewasa?
Gangguan ini beneran ada; walaupun ADHD biasanya didiagnosis pada anak-anak, orang dewasa pun dapat menderita ADHD. Kendati demikian, gejala ADHD dewasa bukan yang sekonyong-konyong muncul, ya.
Gejala-gejala ini sebenarnya sudah muncul saat penderita masih berusia di bawah 12 tahun. Hanya saja, gejala ini tidak disadari oleh orang dewasa di sekitar penderita pada saat itu, begitu pun penderita ADHD itu sendiri.
Malah dianggap pribadi bermasalah
Alih-alih dipahami oleh orang lain maupun diberikan pertolongan, penderita ADHD dewasa justru kerap dianggap pribadi yang bermasalah. Berdasarkan pemaparan National Institute of Mental Health, orang dewasa dengan ADHD sering kali memiliki riwayat prestasi akademis serta pekerjaan yang buruk, bermasalah dengan pekerjaan, juga memiliki relasi yang kurang baik dengan orang lain.Dalam pekerjaan, orang dengan ADHD dewasa sulit menghadapi rutinitas pekerjaan teratur, menepati janji, menyelesaikan target pekerjaan dan tugas sehari-hari, bahkan dianggap kurang bertanggung jawab ketika diberi kepercayaan memegang projek. Mereka kerap gelisah, tidak fokus, suka mencoba banyak hal sekaligus, maupun berperilaku berisiko dan impulsif.
Gejala-gejala yang dicurigai ADHD
Tapi tunggu dulu! Tidak semua orang dewasa yang berperilaku impulsif, atau bermasalah dalam pekerjaan serta relasi sosial, merupakan penderita ADHD. Ada beberapa ciri-ciri dalam beraktivitas sehari-hari yang bisa dicurigai seseorang menderita ADHD dewasa, di antaranya:- Sulit membagi perhatian dan fokus
- Sering kurang motivasi dalam hal apapun dan berubah mood
- Sulit mengatasi stres dan sering mengalami masalah tidur
- Disorganisasi dan suka menunda-nunda
- Manajemen waktu, perencanaan, atau pengorganisasian buruk
- Sulit mengingat tugas sehari-hari
- Sering kehilangan barang/pelupa saat beraktivitas
- Sering menyela orang lain atau terlalu banyak bicara
- Sulit fokus pada tugas besar dan suka melakukan banyak tugas sekaligus
- Sulit mengikuti instruksi/menyelesaikan tugas
- Sulit duduk diam dalam jangka waktu lama/sering bergerak maupun gelisah
- Suka gelisah dan butuh aktivitas/stimulasi yang konstan
- Memilih imbalan langsung daripada konsekuensi di masa mendatang
- Toleransi frustrasi rendah dan temperamen panas.
Pada orang dewasa dengan ADHD, perilaku yang diperlihatkan cenderung berlangsung lebih parah, berulang dan terus-menerus, mengganggu kehidupan sehari-hari (misal, membuatnya sering kali harus berganti pekerjaan, bermasalah dalam relasi bahkan bercerai, dan seterusnya), gejala muncul dalam berbagai situasi dan berlangsung setidaknya 6 bulan atau lebih.
Untuk memastikan seseorang adalah penderita ADHD dewasa, tentunya perlu dilakukan observasi dan tes oleh ahlinya.
Terapi dan gaya hidup yang lebih baik
Penderita ADHD dewasa sebagaimana anak-anak tentu membutuhkan terapi untuk memperbaiki kondisi yang ada. Terapi ini bertujuan mengurangi gejala dan meningkatkan fungsi tubuhs sehingga dapat mendorong seseorang memiliki perilaku yang lebih baik. Terapi yang diberikan pada pasien ADHD biasanya berupa obat-obatan stimulan juga psikoterapi (terapi perilaku dan perilaku kognitif).Selain perawatan yang efektif, juga diperlukan dukungan life coach maupun ADHD coach yang dapat mengajarkan keterampilan fungsi eksekutif mereka yang dapat memperbaiki fungsi sehari-harinya.
Terakhir, penderita juga perlu mengubah gaya hidup lebih aktif, rutin berolahraga, dan membiasakan dengan jadwal.
Yuk, lebih memerhatikan orang-orang sekitar yang membutuhkan pertolongan, daripada menghakimi bahkan mengucilkan mereka dari lingkungan sosial. Seberat apa pun perilaku yang orang lain tunjukkan, tentu ada alasan yang menjadi latar belakang mereka melakukannya.
Baca juga:
5 Pelajaran dari Hubungan Menyentuh dalam Drakor No Gain No Love
Saat Sibuk Kerja, Jangan Lupakan Pertemanan Kita!
Ketika Teman Curhat, Ini Cara Simpel Tapi Ampuh Jadi Pendengar yang Baik
Laili Damayanti
Topic
#ADHDDewasa, #Hiperaktivitas, #KesehatanMental


