Reviews
Bacaan Pilihan Akhir Pekan: Terdidik & The Archer

15 May 2021


Foto: Dok. Gramedia


Sang Pemanah (The Archer) 
Penulis : Paulo Coelho
Gramedia Pustaka Utama

Mari berkenalan dengan Gandewa Sang Pemanah di Novel Terbaru Paulo Coelho yang berjudul The Archer yang resmi diterbitkan di Indonesia dengan judul Sang Pemanah. Kisahnya diilhami dari pengalaman Paulo belajar memanah, yang kemudian dikembangkan menjadi cerita fiksi. Dalam cerita yang disampaikan dengan sederhana, Paulo bertutur tentang pokok-pokok penting dalam kehidupan, antara lain kerja keras dan antusiasme, berani mengambil risiko, tidak takut gagal, dan menerima hal-hal tak terduga yang disodorkan oleh nasib.

Lewat tulisannya Paulo seakan ingin menunjukkan bahwa hidup itu sederhana, manusialah yang terkadang membuatnya rumit. Ada saatnya kita perlu mempelajari esensi kehidupan dengan memperhatikan hal-hal sederhana yang mengelilingi kita. Di dalam novel ini, Paulo menyampaikan segala hal. Mulai dari persahabatan, hingga pentingnya arti sebuah busur dan juga pentingnya konsentrasi. Itulah hidup. Kita belajar dengan menjalani hidup kita sepenuhnya.”

Novel Sang Pemanah yang terbit di Indonesia memiliki keistimewaan yang membedakannya dengan edisi internasional The Archer. Jika di edisi internasional, tokoh utamanya berdarah Jepang, bernama Tetsuya, di edisi Indonesia sang pemanah adalah Gandewa, seorang laki-laki yang diceritakan memilki kemahiran jemparingan, seni memanah khas Kerajaan Mataram dari Yogyakarta. Ia adalah pemanah ulung yang pernah sangat termasyhur, namun telah mengundurkan diri dari dunia ramai.

Ilustrator Martin Dima dipercaya untuk membuat illustrasi khas Nusantara untuk mendampingi kisah Sang Pemanah. Di tangan Martin, sosok Gandewa digambarkan menggunakan beskap, kain lurik, dan blangkon, teh poci, serta motif batik mega mendung. Inilah yang membuat sampul dan ilustrasi cerita di dalam Sang Pemanah memiliki nuansa berbeda dengan The Archer.

“Indonesia menjadi negara pertama yang mendapatkan izin penyesuaian karakter cerita The Archer dengan budaya tempatnya diterbitkan. Dengan adopsi budaya ini diharapkan pembaca bisa lebih akrab dengan cerita yang disampaikan. Walaupun kelihatannya berbeda dengan The Archer edisi internasional, tapi pembaca tidak perlu khawatir karena esensi ceritanya tetap sama,” kata Tanti Lesmana, Editor Senior Bidang Fiksi Gramedia Pustaka Utama.

Dengan menggunakan pola penceritaan di mana sang tokoh utama mencari makna hidup lewat perjalanan, novel setebal 152 halaman ini diharapkan dapat menyamai kesuksesan novel legendaris Paulo Coelho terdahulu, Sang Alkemis. (f) 


Baca Juga: 
Ini Deretan Idol K-Pop Siap Comeback di Bulan Mei
X&Y, Film Pendek Vertikal Pertama
Tangguh! 5 Kisah Wanita dalam Drakor Ini Bisa Jadi Inspirasi
 


Faunda Liswijayanti


Topic

#review, #buku

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?