Ajang CITA CINTA Young Spikes Indonesia Competition selalu dinantikan para pekerja kreatif muda di Indonesia. Ini merupakan ajang lomba kreatif bergengsi yang memberikan kesempatan bagi para peserta untuk berkompetisi di tingkat internasional.
Setelah sekian tahun terselenggara, Young Spikes telah banyak menghasilkan anak-anak muda kreatif, khususnya di bidang periklanan, yang mampu bersaing di luar negeri. Annisa Ayuningtyas dan Rangga Gandina menjadi salah satunya.
Ayu dan Rangga merupakan pemenang CITA CINTA Young Spikes Indonesia Competition 2013 kategori media. Saat itu mereka ditantang untuk membuat kampanye sosialisasi Festival Film Prancis.
“Kami ingat banget waktu melihat nama kami diumumkan sebagai finalis di akun twitter Young Spikes Indonesia. Rasanya campur aduk, antara tidak percaya dan deg-degan karena harus siap-siap presentasi final. One thing that we did was screaming our gratefulness happily, lalu langsung menghubungi teman-teman agency untuk simulasi presentasi karena waktunya singkat,” cerita Annisa bernostalgia.
Bukan sekadar lomba biasa, Ayu dan Rangga mengaku mendapat tantangan berat saat harus menyiapkan gagasan dalam waktu singkat. “Kami harus menyiapkan rekomendasi strategi yang disajikan sebagai solusi atas permasalahan hanya dalam waktu 24 jam. Nggak hanya diminta membuat sesuatu yang sekreatif mungkin, tapi harus bisa melihat permasalahan dan membuat strategi untuk solusinya. Belum lagi tantangan mensinergikan pikiran, ide, dan kinerja dengan rekan satu tim. Sangat menantang, deh,” jelas Rangga.
Atas kemenangan tersebut mereka pun berhak berkompetisi di tingkat selanjutnya yakni Spikes Asia. Hebatnya, sebagai wakil dari Indonesia, Ayu dan Rangga saat itu berhasil membawa pulang bronze medal. “Setelah mengikuti Young Spikes jadi jadi lebih menghargai diri sendiri dan bakat yang ada dalamnya. Saya jadi lebih pede untuk bisa berkembang di dunia kreatif ini. Banyak pembelajaran dari mengikuti Young Spikes, Memenangkan kompetisi di Young Spikes juga membuka kesempatan bagi kamu dalam hal pekerjaan maupun self-development,” ujar Annisa.
“Yang pasti kami menjadi semakin tahu seluk beluk industri media dan periklanan ini, ternyata semakin didalami semakin menarik,” tambah Rangga. Keduanya pun berharap agar semakin banyak lagi pekerja kreatif muda yang bisa diantarkan ke berkompetisi di tingkat internasional melalui Young Spikes Indonesia.
Dian Probowati
Setelah sekian tahun terselenggara, Young Spikes telah banyak menghasilkan anak-anak muda kreatif, khususnya di bidang periklanan, yang mampu bersaing di luar negeri. Annisa Ayuningtyas dan Rangga Gandina menjadi salah satunya.
Ayu dan Rangga merupakan pemenang CITA CINTA Young Spikes Indonesia Competition 2013 kategori media. Saat itu mereka ditantang untuk membuat kampanye sosialisasi Festival Film Prancis.
“Kami ingat banget waktu melihat nama kami diumumkan sebagai finalis di akun twitter Young Spikes Indonesia. Rasanya campur aduk, antara tidak percaya dan deg-degan karena harus siap-siap presentasi final. One thing that we did was screaming our gratefulness happily, lalu langsung menghubungi teman-teman agency untuk simulasi presentasi karena waktunya singkat,” cerita Annisa bernostalgia.
Bukan sekadar lomba biasa, Ayu dan Rangga mengaku mendapat tantangan berat saat harus menyiapkan gagasan dalam waktu singkat. “Kami harus menyiapkan rekomendasi strategi yang disajikan sebagai solusi atas permasalahan hanya dalam waktu 24 jam. Nggak hanya diminta membuat sesuatu yang sekreatif mungkin, tapi harus bisa melihat permasalahan dan membuat strategi untuk solusinya. Belum lagi tantangan mensinergikan pikiran, ide, dan kinerja dengan rekan satu tim. Sangat menantang, deh,” jelas Rangga.
Atas kemenangan tersebut mereka pun berhak berkompetisi di tingkat selanjutnya yakni Spikes Asia. Hebatnya, sebagai wakil dari Indonesia, Ayu dan Rangga saat itu berhasil membawa pulang bronze medal. “Setelah mengikuti Young Spikes jadi jadi lebih menghargai diri sendiri dan bakat yang ada dalamnya. Saya jadi lebih pede untuk bisa berkembang di dunia kreatif ini. Banyak pembelajaran dari mengikuti Young Spikes, Memenangkan kompetisi di Young Spikes juga membuka kesempatan bagi kamu dalam hal pekerjaan maupun self-development,” ujar Annisa.
“Yang pasti kami menjadi semakin tahu seluk beluk industri media dan periklanan ini, ternyata semakin didalami semakin menarik,” tambah Rangga. Keduanya pun berharap agar semakin banyak lagi pekerja kreatif muda yang bisa diantarkan ke berkompetisi di tingkat internasional melalui Young Spikes Indonesia.
Dian Probowati


