Persaingan sengit antar perusahaan mau nggak mau bikin karyawannya ikut terlibat. Alhasil kita pun diminta jadi mata – mata terselubung dengan iming – iming menggiurkan. Meski mengemban ‘misi mulia’ dari kantor, kudu tahu aturan mainnya, dong….DOs
Tambah Teman
Kenalan dan cari teman baru dari perusahaan kompetitor. Biasanya, sih, karena ada persamaan profesi dan pekerjaan, kita jadi lebih nyambung saat ngobrol bareng. Teman baru ini, kan, bisa jadi informan kita untuk event berikutnya.
Mana Senyumnya?
Mungkin kita nggak mengenal siapa pun di acara perusahaan competitor. Tapi nggak berarti kita menyendiri. Tetap tersenyum ramah dan berbaur dengan peserta yang hadir. Hal ini berguna untuk mengetahui feedback peserta tentang acara tersebut.
Komunitas Baru
Bergabunglah dengan komunitas perusahaan saingan kantor kita. Misalnya, ikutan milis menggunakan e-mail dan nama samara, hingga jadi anggota Group-nya di Facebook. Dari interaksi komunitasnya, kita bakal tahu update terbaru proyek yang sedang mereka kerjakan.
DON’Ts!
Sok Kenal, Sok Dekat
Berusaha mengorek keterangan apalagi memaksa karyawan competitor menceritakan program-program mereka. Apalagi kalau kita bertanya dengan nada menyelidik hingga terlihat seperti biang gosip. Mereka dijamin bakal curiga dengan kehadiran kita, tuh.
Ratu Panggung
Saat menyusup, kita nekat menyumbang lagu saat acara hiburan—walau suara kita sama sekali nggak merdu. Akibatnya, kita jadi pusat perhatian dan bahan gosip para karyawan. Ujung – ujungnya malah dikenali sebagai penyusup. Pokoknya jangan heboh sendiri, ah! CC


