Sex & Relationship
Cara Halus Interogasi Si Dia

27 Dec 2013


Mengorek kebenaran dari si dia seringkali berujung pada adu mulut. Pasalnya, si dia merasa dituduh, sedangkan Anda merasa tidak punya maksud menuduh. Satu sama lain membela diri masing-masing. Hasilnya, kemungkinan menghabiskan tenaga dan waktu, Anda pun malah beneran dapat cerita palsu. Coba 'rayu' si dia dengan teknik interogasi ala detektif seperti:


• Kumpulkan informasi sebanyak mungkin sebelum bertanya. Paling tidak, Anda tahu sebagian sehingga lebih mudah memilah mana yang jujur dan bohong

• Awali dengan pertanyaan yang jawabannya Anda sudah tahu banget, untuk melihat si dia jujur atau tidak. Dari sini, Anda sudah bisa menilai kejujurannya. Tapi, jangan berhenti dulu mengoreknya.

• Hindari pertanyaan yes-or-no. Makin detil jawaban yang harus dia berikan, makin besar kemungkinan terbongkar kebohongannya, tuh. Bisa juga si dia mengucapkan hal-hal yang bertentangan dengan kenyataan yang adal.

• Perhatikan gerak-geriknya. Ada gerakan tertentu yang dilakukan seseorang tanpa sadar saat berbohong. Contoh, menghindari kontak mata karena merasa tidak nyaman, bersedekap menunjukkan kekhawatiran, menatap ke atas atau menelengkan kepala ke kanan. Sementara itu, menatap ke bawah justru memperlihatkan kejujuran dan kasungguhan untuk mengingat-ingat.

• Bersikap seolah-olah Anda tahu fakta. Bukan ikutan berbohong, tapi hanya untuk menangkap 'basah' dirinya. Selama 'interogasi', pengetahuan adalah kekuatan Anda. Jika si dia mengira Anda sudah tahu kebenarannya, maka si dia cenderung akan berterus terang. (MEI/FOTOSEARCH)




 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?