Hubungan kita akhirnya berakhir dengan si dia. Sakit hati dan sedih memang wajar. Tapi hindari melakukan tujuh hal ini setelah putus, ya! Efeknya bisa bikin kita terlihat buruk, tuh! It’s time to move on….
Cari yang baru
Kita berencana langsung mencari pacar baru supaya bisa cepat melupakan si dia? Salah besar! It’s ok if you’re looking for a shoulder to cry on, but it’s not ok jika kita mencari ‘korban’ baru untuk sekadar pelarian. Di saat seperti ini, ada baiknya ‘lari’ ke keluarga dan teman, apalagi jika ingin curhat.
Stalker Social Media
Kebiasaan buruk setiap cewek setelah putus yang paling sering dilakukan adalah stalking. It’s a big no no! Jika kita merasa nggak sanggup untuk menahan diri agar nggak stalking, segera unfriend koneksi kita dengan mantan pacar di semua sosmed—mulai dari twitter sampai instagram. Memangnya siap merasa sakit hati ketika melihat tweet dan postingan foto-foto mantan pacar yang sudah move on—bahkan punya pacar baru?
Nostalgia
Berencana mengunjungi kafe langganan kita saat masih bersama si dia karena mendadak kangen? Sebaiknya, sih, dihindari, deh. Selain risiko akan ketemu si dia saat hati kita masih rapuh, berkunjung ke tempat-tempat tersebut dijamin langsung bikin kenangan kita dan si dia bangkit lagi, deh. Makin susah move on, tuh!
Minta ketemu
Jika niat kita hanya untuk meluruskan fakta, nggak masalah. Tapi jika kita minta ketemu untuk mengajak balikan, no! Ingat, jika si dia yang awalnya minta putus, berarti si dia pasti sudah memikirkan alasan mengapa hubungan ini nggak bisa diteruskan. Ingat, ketika kita memaksa bertemu karena minta kesempatan untuk balikan, di mata si dia kita adalah orang yang sangat menyedihkan. Ouch!
Ngomongin Si Dia Terus
Terus-terusan curhat dengan sahabat, dan rajin posting tweet bernada galau. Selain bikin orang-orang di sekitar kita bête, tindakan ini juga bikin kita makin susah move on karena membiarkan bayang-bayang si dia ‘menempel’ terus di kepala kita.
Curiga dan Cemburu Berlebihan
Bersikap curiga dan cemburu terhadap semua gerak-gerik yang dilakukan mantan pacar? Ingat, si dia bukan milik kita lagi. So, kita nggak berhak sama sekali untuk curiga apalagi melarang si dia, tuh. Apalagi jika kita sampai menginterogasi setiap cewek yang berbalas tweet dengan si dia, duh, it’s over! Siapa pasangan si dia selanjutnya bukan urusan kita….
Menangis Berlebihan
Cewek melampiaskan kesedihan dengan menangis, bisa dimaklumin, kok. So, puas-puasin, deh, menangis sampai mata bengkak, maksimal seminggu saja, ya. Setelahnya, lakukan kesibukan yang bisa bikin kita lupa dengan si dia. Cara paling gampang, makan es krim di rumah sambil comedy movie marathon. Bisa juga dengan weekend getaway, misalnya dengan berlibur ke pantai bersama teman-teman. Good luck! (MELODY/FOTOSEARCH)
Cari yang baru
Kita berencana langsung mencari pacar baru supaya bisa cepat melupakan si dia? Salah besar! It’s ok if you’re looking for a shoulder to cry on, but it’s not ok jika kita mencari ‘korban’ baru untuk sekadar pelarian. Di saat seperti ini, ada baiknya ‘lari’ ke keluarga dan teman, apalagi jika ingin curhat.
Stalker Social Media
Kebiasaan buruk setiap cewek setelah putus yang paling sering dilakukan adalah stalking. It’s a big no no! Jika kita merasa nggak sanggup untuk menahan diri agar nggak stalking, segera unfriend koneksi kita dengan mantan pacar di semua sosmed—mulai dari twitter sampai instagram. Memangnya siap merasa sakit hati ketika melihat tweet dan postingan foto-foto mantan pacar yang sudah move on—bahkan punya pacar baru?
Nostalgia
Berencana mengunjungi kafe langganan kita saat masih bersama si dia karena mendadak kangen? Sebaiknya, sih, dihindari, deh. Selain risiko akan ketemu si dia saat hati kita masih rapuh, berkunjung ke tempat-tempat tersebut dijamin langsung bikin kenangan kita dan si dia bangkit lagi, deh. Makin susah move on, tuh!
Minta ketemu
Jika niat kita hanya untuk meluruskan fakta, nggak masalah. Tapi jika kita minta ketemu untuk mengajak balikan, no! Ingat, jika si dia yang awalnya minta putus, berarti si dia pasti sudah memikirkan alasan mengapa hubungan ini nggak bisa diteruskan. Ingat, ketika kita memaksa bertemu karena minta kesempatan untuk balikan, di mata si dia kita adalah orang yang sangat menyedihkan. Ouch!
Ngomongin Si Dia Terus
Terus-terusan curhat dengan sahabat, dan rajin posting tweet bernada galau. Selain bikin orang-orang di sekitar kita bête, tindakan ini juga bikin kita makin susah move on karena membiarkan bayang-bayang si dia ‘menempel’ terus di kepala kita.
Curiga dan Cemburu Berlebihan
Bersikap curiga dan cemburu terhadap semua gerak-gerik yang dilakukan mantan pacar? Ingat, si dia bukan milik kita lagi. So, kita nggak berhak sama sekali untuk curiga apalagi melarang si dia, tuh. Apalagi jika kita sampai menginterogasi setiap cewek yang berbalas tweet dengan si dia, duh, it’s over! Siapa pasangan si dia selanjutnya bukan urusan kita….
Menangis Berlebihan
Cewek melampiaskan kesedihan dengan menangis, bisa dimaklumin, kok. So, puas-puasin, deh, menangis sampai mata bengkak, maksimal seminggu saja, ya. Setelahnya, lakukan kesibukan yang bisa bikin kita lupa dengan si dia. Cara paling gampang, makan es krim di rumah sambil comedy movie marathon. Bisa juga dengan weekend getaway, misalnya dengan berlibur ke pantai bersama teman-teman. Good luck! (MELODY/FOTOSEARCH)


