Sex & Relationship
7 Cara Putus Baik-Baik

18 Jun 2014

Memutuskan hubungan memang hal sulit, tapi kadang tidak bisa dihindari. Supaya proses memutuskan berjalan lancar, lakukan dengan cara yang tetap meninggalkan kesan baik, seperti berikut ini. Harapannya, kedua belah pihak bisa cepat move on dan mencari ikan lain.

Face-to-face
SMS, telepon, email, pesan instan, chatting, apalagi dengan memperbarui status di media sosial memang mudah tapi menunjukkan kita sebagai pengecut, bahkan memperlihatkan bahwa kita yang bersalah dalam hubungan yang tidak berjalan baik.

Di lokasi netral
Hindari putus di rumah. Anda mesti repot menyuruhnya pergi setelah itu. Jangan juga di kafe atau resto kalau bisa. Ketika situasi jadi emosional atau memanas, suasana malah terasa canggung. Idealnya, di taman, yang merupakan tempat Anda berdua bisa santai sambil jalan dan berbicara.

Jangan klise
Supaya terdengar bersungguh-sungguh dan masuk akal, ungkapkan sejujurnya alasan Anda dan hindari mengungkapkan kalimat-kalimat klise seperti:

• "Bukan salah kamu, tapi saya"
• "Saya belum mau berkomitmen"
• "Saya butuh ruang"
• "Kita berdua hanya bisa jadi teman"
• "Saya mencintaimu, tapi saya tidak jatuh cinta sama kamu"
• "Kita harus mencari orang lain yang lebih cocok"
• "Saya cuma belum siap untuk hubungan yang serius"
• "Saya tida bisa memberikan apa yang kamu butuhkan"
• "Saya sangat sibuk belakangan dan tidak punya waktu untuk kamu"

Waktu yang pas
Walau tidak pernah ada waktu yang ideal untuk putus, coba lakukan pada hari Jumat. Putus pada hari Jumat memberikan waktu pada calon mantan menerima keadaan selama weekend. Juga hindari putus pada saat:
• Natal, Lebaran, dan hari besar lainnya
• Hari Valentine
• Ulang tahun
• Hari jadian
• Di resepsi pernikahan orang
• Saat si dia mengalami tragedi seperti kehilangan anggota keluarga.

Tinggalkan 'sampah'
Tidak perlu membicarakan atau membeberkan semua masalah atau keburukan si dia dan hubungan Anda berdua. Keep your break up short and sweet. Biarkan terjadi dengan singkat dan sederhana, sehingga Anda berdua bisa cepat move on.

Tidak perlu bertingkah buruk supaya diputusin
Kalau memang mau putus, ya, lakukan dengan tegas dan cepat. Tidak perlu sok kasih kode atau mencoba memperburuk keadaan dengan bertingkah mengesalkan. Selingkuh, sulit dihubungi, ingkar janji, atau memicu debat tanpa alasan jelas adalah hal-hal yang tidak berarti. Akhiri hubungan dengan cepat, sekali lagi, supaya cepat move on juga!

Jangan mencoba tetap berteman
Jika memang mau putus, Anda mesti mau menghadapi kondisi tersebut. Tidak perlu meberikan harapan pada mantan dengan berjanji mau meneleponnya sesekali, atau mengatakan "Kita masih bisa berteman." Harus diakui Anda memang sedih tentang arah hubungan yang tidak berjalan benar, tapi mesti tegas juga bahwa hubungan sudah selesai. It's over! (MEIRANIE NURTAENI/FOTO: FOTOSEARCH)












 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?