Health & Diet
Sana Studio: Pusat Kebugaran untuk Wanita Aktif, Ibu Hamil hingga Anak-Anak

3 Oct 2019



 
Dok. Femina Media/ Shinta Meliza


Salah satu contohnya adalah program  Sana 8 Weeks Challenge. Program yang berlangsung tiap 6 bulan sekali ini menantang para anggota untuk membiasakan diri menjalani pola hidup sehat dalam 8 minggu.

Tak hanya dengan memberikan jadwal olahraga rutin,  para peserta juga difasilitasi dengan motivator, coach, dan kelas-kelas yang menjelaskan teori tentang cara mengatur pola makan, pola tidur, dan pola berolahraga yang benar.

Selain itu, Sana Studio juga memiliki program yang bertujuan memberi dampak  bagi lingkungan sekitar. “Kami punya kesimpulan, berkembang itu tak selalu secara ukuran, tapi bisa juga dengan cara memberi pengaruh yang besar bagi lingkungan,” jelas Abi, semangat.

Program semacam ini dilakukan dengan cara berkolaborasi dengan komunitas atau perusahaan. Dalam program Sana Peduli misalnya, studio fitness ini bekerja sama dengan berbagai yayasan, contohnya yayasan kanker atau yayasan rumah baca.

Dalam kesempatan tersebut, Sana Studio mendonasikan pendapatannya demi kepentingan amal. “Untuk memberikan pengaruh tak harus dalam bentuk kegiatan olahraga bersama. Bisa juga dengan kegiatan sosial,” tambah Abi.

Hubungan yang baik dengan banyak komunitas dan dampak yang berarti bagi lingkungan berhasil membuat Sana Studio makin berkembang dan dikenal luas sebagai brand dan eksis sebagai boutique fitness studio.

Jika dulu Sana Studio berawal dari satu ruangan kelas olahraga dengan kapasitas belasan orang, kini studio fitness yang mengambil namanya dari bahasa Latin yang berarti ‘sehat’ ini didatangi 100 hingga 200 anggota  tiap harinya.

Pada awal pembukaan, studio fitness ini hanya menawarkan kelas zumba dan muay thai.  Kini, kelas yoga, cardio boxing, dance fit, sampai s-train tersedia di sini. Sana Studio bahkan merupakan studio fitness yang pertama kali memperkenalkan jenis olahraga strong by zumba dan pound fit.

Menariknya, sejak pertama dibuka tujuh tahun lalu hingga kini, Sana Studio menetapkan biaya yang stagnan untuk peserta fitness, yaitu Rp100.000 per kehadiran.

“Kalau kami naikkan harga, pasti punya impact ke mana-mana. Kelas kami kan makin ramai peminat, jadi masih aman. Seperti yang saya bilang, kami ingin kampanye hidup sehat. Kalau murni bisnis, mungkin sudah Rp200.000 sekali datang,” kata Abi, tertawa.

Sana Studio terus melebarkan sayapnya. Pada tahun 2016, Sana Kid and Kin dibuka di Kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Tempat ini menawarkan kelas fitness bagi ibu-ibu yang tengah mempersiapkan kelahiran, setelah melahirkan, dan kelas olahraga bagi anak.

Tahun ini, Sana Studio baru saja membuka cabang di Kawasan Cipete, Jakarta Selatan. Studio yang dibangun di lingkungan yang lebih tenang tersebut fokus pada kegiatan yoga dan meditasi.(f)



BACA JUGA:
Prinsip Sukses Membangun Start-up Ala Nadiem Makarim
Pengeluaran Terbesar Milenial : Makan di Restoran, Kopi hingga Taksi
Tip Terima Jastip Tanpa Ganggu Liburan

 

 


Topic

#PusatKebugaran

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?