Foto: Dok. Monash University
Sejak pandemi COVID-19, perhatian global terhadap virus pernapasan meningkat signifikan. Baru-baru ini, human metapneumovirus (hMPV) kembali jadi sorotan, khususnya di Tiongkok, yang melaporkan peningkatan kasus infeksi.
Meski virus hMPV disebut tidak akan mengakibatkan pandemi selanjutnya karena sangat jarang menyebabkan infeksi parah, tetap penting untuk memahami karakteristik hMPV dan tidak terburu-buru panik.
hMPV adalah virus RNA yang termasuk dalam famili Pneumoviridae. Virus ini pertama kali diidentifikasi di Belanda pada tahun 2001, meskipun bukti serologis menunjukkan bahwa virus ini telah beredar di populasi manusia sejak lama. hMPV umumnya menyebabkan infeksi saluran pernapasan atas yang gejalanya mirip dengan pilek atau flu.
Rilis yang dikirimkan Monash University menyebutkan, di Australia, data sebelum pandemi COVID menunjukkan bahwa hMPV adalah virus ketiga yang paling sering terdeteksi terkait gangguan pernapasan pada orang dewasa dan anak-anak. Kebanyakan kasus infeksi hMPV bersifat ringan dan sembuh dengan sendirinya. Gejala umum meliputi:
- Batuk
- Pilek
- Hidung tersumbat
- Sakit tenggorokan
- Demam.
Pada anak-anak, virus hMPV sering memicu infeksi saluran pernapasan atas. Gejala umumnya pilek, sakit tenggorokan, demam, hingga peradangan telinga, yang biasanya akan reda dalam beberapa hari hingga seminggu pasca terinfeksi.
Gejala serupa juga bisa terjadi pada orang dewasa dengan proses penyembuhan yang lebih lama, antara satu hingga dua pekan setelah terinfeksi.
Namun, pada individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah atau kondisi medis tertentu misalnya sakit jantung dan riwayat penyakit paru-paru, hMPV dapat menyebabkan komplikasi serius seperti pneumonia dan bronkiolitis.
hMPV menyebar melalui droplet pernapasan ketika seseorang yang terinfeksi batuk atau bersin. Virus ini juga dapat menyebar melalui kontak langsung dengan benda yang terkontaminasi.
Langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan antara lain:
- Mencuci tangan secara teratur dengan sabun dan air mengalir
- Menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin
- Menghindari kontak dekat dengan orang yang sakit
- Membersihkan dan mendisinfeksi permukaan benda yang sering disentuh.
Saat ini, belum ada pengobatan antivirus spesifik untuk hMPV. Penanganan umumnya berfokus pada meredakan gejala, seperti pemberian obat penurun demam dan cairan yang cukup.
Meskipun belum ada vaksin yang tersedia, penelitian dan pengembangan vaksin hMPV sedang berlangsung. Moderna, misalnya, telah memulai uji klinis vaksin mRNA untuk hMPV.
Peningkatan kasus hMPV memang perlu diwaspadai, namun tidak perlu menimbulkan kepanikan berlebihan. Sebagian besar kasus hMPV bersifat ringan. Penerapan protokol kesehatan yang baik dan peningkatan kesadaran masyarakat akan efektif dalam mengendalikan penyebaran virus ini.
Karena itu, penting untuk terus memantau perkembangan informasi terkait hMPV dari sumber-sumber tepercaya dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan jika mengalami gejala yang mengkhawatirkan. (f)
Baca juga:
Kaya Manfaat, Minyak Bekatul Dapat Mencegah Stroke
Belajar dari Kate Middleton, 5 Hal Ini Bisa Menjauhkan Kita dari Kanker
7 Alasan Minum Jus Wortel Setiap Pagi Itu Penting
Faunda Liswijayanti
Topic
#hmpv, #virus, #penyakit, #pernapasan




