Health & Diet
Ornish Diet

17 Apr 2016


Diperkenalkan oleh Dean Ornish, MD, president dan founder Preventive Medicine Research Institut di Sausalito, California, Amerika. Populer dipraktikkan oleh Bill Clinton, mantan Presiden Amerika, yang pada tahun 1993 pernah mengundang Ornish untuk membimbing chef di White House, Camp David, dan Air Force One untuk membuat masakan lebih sehat.

Ornish diet mengusung pola makan tinggi karbohidrat kompleks, tinggi serat, dan mengonsumsi sedikit lemak. Untuk memudahkan perubahan pola makan sesuai saran Ornish, makanan dikelompokkan dalam 5 kategori. Mulai dari kelompok 1 yang disebut The Most Healthful, hingga kelompok 5 yang disebut The Least Healthful.

Kelompok 1 terdiri dari makanan kaya karbohidrat, beberapa protein, dan makanan sumber antioksidan. Contohnya buah, sayuran, biji-bijian, kacang-kacangan, susu tanpa lemak, putih telur, dan omega 3.
           
Makanan nabati masih mendominasi di kelompok 2, namun dipilih yang mengandung lemak sedikit tinggi seperti avokad, minyak canola, dan zaitun.
Ikan dan seafood masuk dalam kelompok 3. Sedangkan makanan yang masuk dalam kelompok 4 adalah jenis protein hewani dan turunannya. Seperti ayam, beberapa jenis ikan, susu, produk olahan susu, dan mayones. Di kelompok 5 ada daging merah, kuning telur, ayam goreng, ikan goreng, hot dog, jeroan, krim, dan minyak sayur.

Di dalam buku The Spectrum yang ditulis oleh Ornish, makanan di kelompok 1 sebaiknya dipilih sesering mungkin agar tubuh mendapatkan asupan karbohidrat kompleks dan serat dalam jumlah banyak. Lalu kombinasikan dengan makanan di kelompok 2, 3, dan 4. Makanan di kelompok 5 masih dapat dinikmati seminggu sekali, namun dalam porsi kecil.

“Pola diet yang diterapkan Ornish dengan jumlah karbohidrat tinggi dengan lemak rendah ternyata tidak berdampak signifikan terhadap perbaikan kesehatan jantung. Pola konsumsi tersebut lebih berdampak pada penurunan berat badan,” tutur Hera Nurlita, MKes, dari Direktorat Gizi Masyarakat, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Hal senada ditegaskan pula oleh Ornish di dalam bukunya, dengan banyak mengonsumsi karbohidrat kompleks terutama sayuran, buah, dan kacang-kacangan yang ada di kelompok 1, akan menjaga kadar gula darah tidak melonjak drastis. Sebab, makanan jenis tersebut membantu memperlambat pencernaan yang artinya membantu memberi rasa kenyang lebih lama. Sehingga, cocok untuk individu yang ingin menurunkan berat badan. Lantas, mengapa kini Ornish diet justru berkembang menjadi diet jantung?

“Kelebihan berat badan memicu peningkatan low density lipoprotein (LDL), trigliserida, tekanan darah, kadar glukosa darah, dan mengurangi tingkat HDL di dalam darah. Dengan adanya perubahan ke arah negatif tersebut, maka risiko penyakit jantung koroner (PJK), gagal jantung, stroke, dan aritmia jantung akan lebih tinggi,” ujar Hera. (f)
 


 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda? 

https://www.helpforassessment.com/blog/style/ https://www.baconcollision.com/css/ https://seomush.com/ https://radglbl.com/ https://stmatthewscommunityhall.co.uk/vendor/ https://www.bgquiklube.com/style/ https://proton.co.ke/css/ https://www.888removalist.com.au/vendor/ https://quill.co.id/js/ https://aniworld.com.de/css/ https://gmitklasiskupangbarat.or.id/js/ slot gacor สล็อตออนไลน์" เว็บตรงสล็อต MAX33 คาสิโนออนไลน์ MAX33 สล็อตเว็บตรง