Fashion show Finality Fall/Winter 2025 yang digelar di Ciputra Artpreneur Jakarta itu bagi Harry Halim adalah penghormatan untuk sang ayah yang sedang terbaring sakit sejak Januari lalu, sekaligus rangkaian kolektif dari berbagai emosi kesedihannya dalam tiga bulan terakhir.
"Selama sebulan saya dan tim bekerja keras menyiapkan koleksi ini," ujar Harry sebelum show.
Koleksi Finality, ketika Harry Halim ikhlas dengan kondisi sang ayah. Foto: Dok. Harry Halim
Hasil kerja keras Harry Halim dan tim diawali sinar merah yang menyambut para penonton saat menunggu show dimulai; merah adalah warna khas Harry Halim. Selanjutnya, sejumlah 33 looks diperagakan model pria dan wanita (termasuk oleh 4 selebritas), dalam siluet yang menyerupai koleksi Redemption yang digelar November lalu.
Bedanya, koleksi ini lebih fokus pada teknik tailoring; Harry menyederhanakan siluet spekta sehingga lebih wearable tanpa meninggalkan ciri khas "Harry Halim core." Contohnya, potongan klasik dari mantel panjang dalam bahan wol dan kulit, serta beberapa item dihiasi faux fur.
Bahan kulit jadi primadona dalam Finality, dengan pengolahan yang mumpuni; melambai ringan untuk rok, jatuh menawan sebagai outer.
Selebritas yang menghiasi runway, antara lain Chicco Jerikho, Jihane Almira Chedid, dan Adinia Wirasti. Foto: Dok. Harry Halim
Total look koleksi ini disempurnakan koleksi perhiasan emas dari NJS Gold by Naomi.
Hampir seluruh koleksi Finality dalam warna hitam, diselingi merah dan nude, warna yang melambangkan kemurnian.
Harry Halim akan merayakan usia 40 di bulan April nanti. Foto: Dok. Harry Halim
Finality tak hanya rangkaian koleksi yang menunjukkan bagaimana Harry Halim terus berkarya di tengah cobaan hidup. Koleksi ini juga bisa jadi simbol keikhlasan untuk sang ayah, karena satu-satunya kepastian hanyalah kematian.
Baca juga:
Koleksi Studio 133 BIYAN Raya 2025 di Galeries Lafayette Jakarta, Surat Cinta untuk Estetika Kontemporer Nusantara
Inspirasi Gaya Office Glam di Paris Fashion Week Fall 2025
Koleksi Yellow Autumn/Winter 2025 Onitsuka Tiger Terinspirasi Gaya Kontras Tokyo
Zornia Harisantoso


