Health & Diet
Ketika Skrining DNA HPV Makin Mudah Dijangkau Perempuan

28 Jan 2026

Visual skrining DNA HPV, tes untuk mengetahui keberadaan virus HPV berisiko tinggi sebelum muncul gejala kanker leher rahimSekarang sudah ada tes untuk mengetahui keberadaan virus HPV berisiko tinggi sebelum muncul gejala kanker leher rahim. Foto ilustrasi: Canva
 
Kanker leher rahim masih menjadi salah satu ancaman kesehatan utama bagi perempuan di Indonesia.

Penyakit ini sebagian besar disebabkan oleh infeksi Human Papillomavirus (HPV) berisiko tinggi dan sering berkembang tanpa gejala di tahap awal. Karena itu, deteksi dini melalui pemeriksaan DNA HPV menjadi langkah penting untuk mencegah kondisi yang lebih serius.

Melihat tantangan akses dan partisipasi skrining, Kementerian Kesehatan RI bersama Jhpiego Indonesia, Roche Diagnostics Indonesia, dan Bio Farma menjalankan proyek percontohan skrining DNA HPV dengan model hub-and-spoke di Jawa Timur. Pendekatan ini memberi banyak pelajaran praktis tentang bagaimana skrining bisa dilakukan lebih luas, efisien, dan ramah bagi perempuan.


Kenali skrining DNA HPV dan manfaatnya

Skrining DNA HPV adalah pemeriksaan untuk mendeteksi keberadaan virus HPV berisiko tinggi sebelum muncul perubahan sel yang mengarah ke kanker leher rahim. Berbeda dengan metode lama, tes ini lebih sensitif dan dapat dilakukan dengan cara yang lebih sederhana.

Dalam proyek percontohan di Jawa Timur, skrining dilakukan melalui dua pendekatan. Di wilayah perkotaan seperti Surabaya, perempuan dapat melakukan pengambilan sampel mandiri atau self-sampling. Metode ini dinilai lebih nyaman, privat, dan mengurangi rasa cemas.

Di wilayah semi-perkotaan seperti Sidoarjo, pengambilan sampel dilakukan langsung oleh tenaga kesehatan di puskesmas, dengan pendampingan kader dan komunitas.

Hasilnya menunjukkan partisipasi yang baik di kedua wilayah, menandakan bahwa skrining DNA HPV bisa diterima ketika metode disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi setempat.

Lee Poh Seng, Direktur PT Roche Indonesia Divisi Diagnostik, menegaskan pentingnya sistem yang mendukung. “Skrining yang efektif membutuhkan sistem diagnostik yang andal dan terintegrasi, sehingga hasil dapat diperoleh lebih cepat dan akurat,” ujarnya.
 
Foto bersama Jhpiego Indonesia, Roche Diagnostics Indonesia, Bio Farma dan KemenkesJhpiego Indonesia, Roche Diagnostics Indonesia, Bio Farma dan Kemenkes bersama menjalankan proyek percontohan​. Foto: Dok. Kemenkes RI


Tip praktis dukung deteksi dini kanker leher rahim

Pengalaman dari proyek percontohan ini memberikan sejumlah pelajaran yang bisa diterapkan lebih luas sebagai bagian dari gaya hidup sehat.

1/Manfaatkan layanan skrining yang tersedia
Puskesmas dan fasilitas kesehatan primer mulai mengintegrasikan skrining DNA HPV ke dalam layanan rutin. Pemeriksaan ini membantu mendeteksi risiko sejak dini, bahkan sebelum muncul keluhan.

2/ Pilih metode yang paling nyaman
Self-sampling menjadi opsi bagi perempuan yang merasa kurang nyaman dengan pemeriksaan langsung. Metode ini tetap akurat dan terbukti meningkatkan partisipasi.

3/ Jangan ragu bertanya kepada tenaga kesehatan
Pendampingan tenaga kesehatan dan kader berperan besar dalam meningkatkan pemahaman. Informasi yang jelas membantu mengurangi rasa takut dan stigma seputar pemeriksaan kesehatan reproduksi.

4/ Dukung komunitas dan nakes
Kader kesehatan terbukti menjadi penghubung penting antara layanan kesehatan dan masyarakat. Keterlibatan komunitas membuat pesan kesehatan lebih mudah diterima.

5/ Lakukan skrining secara berkala
Deteksi dini bukan langkah sekali selesai. Pemeriksaan berkala membantu memastikan kondisi tetap terpantau dan memungkinkan penanganan lebih cepat bila diperlukan.

Direktur Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan RI, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid., menekankan bahwa deteksi dini adalah fondasi utama pencegahan. “Integrasi skrining DNA HPV ke layanan kesehatan primer memberi peluang besar untuk menurunkan beban kanker leher rahim secara berkelanjutan.”

Kolaborasi lintas sektor juga menjadi kunci keberhasilan. Maryjane Lacoste, Country Director Jhpiego Indonesia, menyebut sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, komunitas, dan mitra implementasi sebagai faktor penting agar program berjalan efektif. Senada, Bio Farma menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekosistem deteksi dini sebagai bagian dari ketahanan kesehatan nasional.

Ke depan, penguatan skrining DNA HPV melalui model layanan terintegrasi diharapkan semakin mendekatkan perempuan Indonesia pada akses kesehatan yang lebih setara. Deteksi dini bukan sekadar pemeriksaan, tetapi bentuk kepedulian jangka panjang terhadap kualitas hidup–tentunya sambil terus menerapkan gaya hidup yang sehat dan seimbang. (f)

Baca juga:
Skincare Ritual Praktis untuk Pria Aktif
3 Makanan Kaya Nutrisi untuk Sehari-hari
Health Adjustment Gap di Awal Ramadan, Ini Kata Ahli Soal Menjaga Tubuh Tetap Seimbang

Laili Damayanti


Topic

#EliminasiKankerServiks, #TransformasiKesehatan

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?